Pratikno Bantah Jokowi Akan Bentuk Yayasan Keluarga untuk Kelola TMII

Menteri Sekretaris Negara ( Mensesneg ) Pratikno membantah kabar yang menyatakan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) akan membentuk yayasan keluarga untuk mengelola Taman Mini Indonesia Indah ( TMII ). Menyusul adanya pengambilalihan pengelolaan TMII dari Yayasan Harapan Kita kepada Kementerian Sekretariat Negara ( Kemsetneg ).

“Oh ada desas desus Pak jokowi akan membentuk yayasan? Nggak, nggak bener sama sekali. Jangan dikira Pak Jokowi kemudian membentuk yayasan keluarga untuk mengelola. Sama sekali tidak,” kata Pratikno, Kamis (8/4/2021).

Lebih lanjut Pratikno menjelaskan, Kemsetneg akan merumuskan kriteria lembaga atau badan yang tepat dapat mengelola TMII secara profesional. Sehingga TMII dapat kembali memberikan kontribusi kepada keuangan negara secara signifikan

“Dan arahnya adalah ini akan ditunjuk. Nantinya kita meminta tolong salah satu BUMN pariwisata untuk mengelola TMII ini. Jadi dikelola oleh orang yang profesional, lembaga yang profesional. Dan harapannya akan jauh lebih baik dan memberikan kontribusi kepada keuangan negara,” terang Pratikno.

BACA JUGA

Komisi II DPR Bersyukur Pemerintah Akhirnya Ambil Alih Aset dan Pengelolaan TMII

Karena itu sekali lagi Pratikno menegaskan tidak benar Presiden Jokowi akan membentuk yayasan keluarga untuk mengelola TMII.

“Jadi tidak benar itu ada yayasan akan dibentuk. Apalagi ada dihubungkan dengan yayasan Pak Jokowi dan lainnya,” tegas Pratikno.

Seperti diketahui, Kementerian Sekretariat Negara (Kemsetneg) secara resmi mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita yang telah mengelola ikon wisata Indonesia itu selama 44 tahun.

Pengambilalihan tersebut dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) 19/2021 tentang Pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi).

BACA JUGA

Sejak 2020, KPK Sudah Dorong Pengelolaan Taman Mini Diserahkan ke Setneg

Yayasan Harapan Kita merupakan organisasi yang didirikan oleh mendiang istri Presiden ke-2 RI Soeharto , Tien Soeharto. Yayasan itu mengelola TMII sejak 1977.

Setelah hampir 44 tahun dikelola oleh Yayasan Harapan Kita dan tidak memberikan kontribusi kepada keuangan negara, terdapat rekomendasi dari para pemangku kepentingan, terutama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), untuk meningkatkan optimalisasi pengelolaan agar menjadi lebih efektif dan memberikan kontribusi signifikan kepada negara.

Merujuk pada Keppres Nomor 51 Tahun 1977, TMII adalah milik Negara Republik Indonesia yang pengelolaannya dilakukan oleh Yayasan Harapan Kita. TMII berada di kawasan strategis di Jakarta Timur, dengan luas 1.467.704 meter persegi, beserta bangunan di atasnya.

Berita terkait: