Prasetijo, Jenderal “Pemain” dengan Banyak Kasus

— Keterlibatan mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Kakorwas) PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo dalam skandal Djoko Soegianto Tjandra sebenarnya tak terlalu mengagetkan bagi anggota polisi yang mengenalnya.

Sebab jenderal bintang satu ini sudah lama dikenal sebagai “pemain” yang berani. Karier Akpol lulusan 91 itu selalu diwarnai kantroversi karena ia tak segan turun tangan langsung mengawal kasus yang jelas-jelas pidana untuk “dibantu”.

Hal ini dikatakan oleh sejumlah polisi—termasuk rekan seangkatannya—kepada dalam beberapa kali kesempatan saat bau busuk ini mulai mencuat ke permukaan.

“Saat Pak Tijo masih jadi Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur, ia main kasus tanah. Akhirnya dicopot dan dipindah, padahal harusnya naik Kombes,” kata sumber pertama.

Lalu sumber lain mengatakan jika ‘petualangan’ Prasetijo terus berlanjut termasuk saat dia duduk di Kabagkembangtas Romisinter Divhubinter Polri.

“Dia pernah telepon minta ketemu, ngobrol . Saya terima dan saya kaget ternyata dia datang dengan pengusaha. Masalahnya pengusaha itu punya kasus yang kami tangani. Saya tegas menolak tapi dia terus upaya,” tambah sumber kedua yang berdinas di Bareskrim tentang Prasetijo.

Sumber ketiga menceritakan hal serupa. Ada perkara yang ditangani di Bareskrim (beda direktorat dengan sumber kedua) dimana Prasetijo minta waktu untuk bertemu.

“Saat saya terima ternyata Bang Tijo bicara kasus untuk bisa ‘dibantu’. Berani benar emang abang satu itu padahal kasus yang mau diintervensi ini jelas di luar bidangnya yang waktu itu masih dinas di Div Hubinter,” lanjut sumber ini.

Seperti diberitakan Djoko pergi setelah sukses “mengobrak-abrik” dan memberi dosa bagi Polri. Bayangkan saja dicari sejak 2019 oleh Kejaksaan Agung namun Djoko dengan leluasa keluar masuk ke Indonesia.

Semasa di Indonesia, Djoko mengurus KTP, paspor, dan mendapatkan dua surat sakti dari Prasetijo. Untuk memuluskan pelarian Djoko yang di vonis dua tahun itu Prasetijo bahkan mengawal Djoko terbang ke Pontianak.

Saat ini Prasetijo sudah diproses oleh Provost untuk pelanggaran kode etik dan profesi. Kabareskrim Komjen Listyo Sigit mengancam Prasetijo, yang merupakan rekannya di Akpol 91, untuk dipidana.

Berita terkait: