Pra Rekonstruksi Kebakaran Kejagung, Polri: Lantai 6 Sedang Direnovasi

Bareskrim bergerak cepat mengusut kebakaran hebat yang terjadi di kantor Kejaksaan Agung yang terjadi mulai Sabtu (22/8/2020) malam selama lebih dari 10 jam ke penyidikan. Penyidik telah menggelar pra rekonstruksi setelah diduga ada unsur pidana dalam kasus ini.

”Juga dilakukan pemeriksaan terhadap fasilitas dan memanfaatkan peralatan Puslabfor untuk mengetahui asal mula api terjadi, kemudian memanfaatkan foto satelit dan bekerja sama dengan institusi terkait untuk mendapatkan gambar terkait asal api. Juga telah dilaksanakan pra rekonstruksi pada hari Jum’at, 28 Agustus 2020 dengan menghadirkan orang yang diduga berada di lokasi gedung utama sesaat sebelum terjadinya kebakaran,” kata Kabareskrim Komjen Listyo Sigit di Mabes Polri, Kamis (17/9/2020).

Penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 131 saksi yang terdiri dari petugas cleaning service , pegawai, rekan Kejaksaan dan para ahli kebakaran dan pidana untuk melakukan pendalaman lebih lanjut dalam proses lidik. Sejumlah barang bukti juga telah disita seperti DVR CCTV, Abu arang, potongan kayu, jerigen bekas cairan, kaleng bekas lem, kabel/instalasi listrik, dan minyak pembersih yang disimpan di gudang cleaning service .

BACA JUGA

Ada Dugaan Unsur Pidana dalam Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

Dari sini disimpulkan jika kebakaran terjadi sejak Sabtu, 22 Agustus 2020 pukul 18.15 WIB dan bisa dipadamkan pada hari Minggu, 23 Agustus 2020 pukul 06.15 WIB. Asal api adalah lantai 6 Ruang Rapat Biro Kepegawaian. Api tersebut menjalar ke lantai lain yang dipercepat karena adanya ACP pada lapisan luar gedung dan cairan yang mengandung hidrokarbon serta kondisi gedung yang hanya disekat oleh bahan yang mudah terbakar.

Dari hasil olah TKP, Puslabfor menyimpulkan bahwa sumber api tersebut bukan karena adanya hubungan arus pendek namun diduga adanya open firing /nyala api terbuka. Serta pada saat kejadian mulai pukul 11.30-17.30 WIB didapati ada beberapa tukang dan orang di ruang yang berada di lantai 6 Biro Kepegawaian yang saat itu sedang melakukan renovasi.

”Kemudian ada saksi yang mengetahui dan berusaha memadamkan kebakaran tersebut namun karena tidak terdukung oleh infrastruktur dan sarana prasarana yang memadai sehingga api tersebut semakin membesar dan meminta bantuan dinas kebakaran untuk melakukan pemadaman lebih lanjut,” tambahnya.

BACA JUGA

Kebakaran Kejagung, Polisi Mulai Sentuh Pejabat Utama

Dari beberapa temuan yang ditemukan di TKP serta olah TKP yang dilakukan tim Puslabfor dengan menggunakan instrumen gas kromatografi serta pemeriksaan saksi untuk mendapatkan keterangan yang dibutuhkan untuk proses selanjutnya.

Seperti diberitakan pelaku dibidik Pasal 187 KUHP Ayat (1) barang siapa dengan sengaja menimbulkan ledakan, kebakaran atau banjir diancam pidana penjara paling lama 12 tahun bila perbuatan tersebut menimbulkan bahaya bagi umum dan bagi barang.

Dan atau Pasal 188 KUHP berbunyi, Barang siapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Sebelumnya menurut Jaksa Agung ST Burhanuddin gedung yang terbakar adalah Gedung Pembinaan di bagian utara. Di dalam gedung tersebut ada Biro Kepegawaian, Biro Keuangan, Biro Perencanaan, dan juga Biro Umum.

Spekulasi muncul di balik peristiwa ini termasuk dugaan sabotase sebab saat ini Kejaksaan tengah menangani kasus penting termasuk kasus jaksa Pinangki Sirna Malasari yang terseret kasus Djoko Soegianto Tjandra .