Positivity Rate Covid-19 Meningkat, Anies Minta Warga Jakarta Waspada

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan positivy rate  Covid-19 di Jakarta terus meningkat. Dia pun meminta warga harus waspada.

Selama enam minggu terakhir, pekan pertama positivity rate mencapai 4,4 persen, pekan kedua, 3,1 persen, pekan ketiga 3,7 persen, pekan ke empat 3,9 persen, pekan kelima 4,8 persen.

“Selama lima pekan Jakarta berada di di dalam zona aman karena rekomendasi dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) di bawah 5 persen,” jelas Anies dalam konferensi pers, Kamis (16/7/2020) malam.

Tapi, sambung Anies, di pekan terakhir positivy rate meningkat 5,9 persen. Atas kondisi itu, DKI harus lebih waspada walaupun angka itu masih di bawah rata-rata nasional, yaitu sekitar 12 persen.

Status pertahanan terakhir yakni 67 rumah sakit rujukan untuk menangani Covid-19 ada 4.556 tempat tidur isolasi dan ada 659 ruang ICU khusus untuk pasien Covid-19.

“Secara fasilitas Jakarta siap. Namun dalam seminggu terakhir, ada kenaikan pasien di RS rujukan Covid-19 dari 34 persen, jadi 45 persen. Di ICU turun 4 persen dari sebelumnya semula 31 persen,” katanya.

Jumlah pasien dengan gejala berat diakui Anies menurun. Yang bergejala berat yang ditangani di ICU. Namun jumlah pasien yang gejala ringan dan sedang mengalami peningkatan. Anies beralasan karena tim puskesmas melakukan pemantauan kasus aktif secara agresif. Sehingga mereka yang mungkin tak bergejala menjadi mengidap Covid-19 sehingga menjalani isoliasi dan dirawat.

“Tentang RT (angka reproduksi kasus Covid-19) mengalami peningkatan. Selama ini Jakarta selalau berada di bawah angka 1, sekarang RT sekarang 1,15. Kita harus ektrawaspada melihat angka ini,” katanya.