Positivity Rate Covid-19 DKI Tidak Ideal, Anies: Tidak Masalah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, tidak ada masalah atas naiknya jumlah positivity rate Covid-19 di Jakarta. Sebab, Anies menilai tidak bisa melihat dari satu parameter saja, lalu dianggap kasus Covid-19 bertambah.

PR adalah persentase orang yang dinyatakan positif Covid-19 dibandingkan dengan total tes. Dalam tiga minggu terakhir ini, nilai PR Jakarta menunjukkan tren yang meningkat. Tiga minggu lalu, dalam seminggu nilai PR di Jakarta 4,8 persen. Lalu, dalam dua minggu lalu naik menjadi 5,2 persen. Lalu seminggu terakhir menjadi 5,9 persen. Batas ideal WHO adalah di bawah 5 persen.

“Bagi kami itu bukan masalah. Karena kami tidak akan menutup-nutupi jumlah kasus dan tidak akan mengurangi jumlah tes hanya sekedar memberikan kesan angkanya turun. Kita justru meningkatkan testing karena kita ingin menemukan mereka yang selama ini berada di luar berkegiatan padahal sudah menjadi carrier ,” kata Anies yang dikutip dari akun Youtube pada Jumat (24/7/2020) malam.

Anies menyatakan, sangat banyak ditemukan di lapangan itu positif Covid-19 tetapi asymptomatic atau tidak punya gejala apapun.

“Kalau mereka terus berkegiatan risikonya pada siapa? Ada keluarganya, tetangganya dan koleganya. Kita aktif, lebih baik daripada duduk diam menunggu di RS, memberikan kesan angkanya turun. Kita berencana memastikan keamanan warga Jakarta. Kita ingin cepat mendapatkan orang yang positif Covid dan dapat diisolasi lebih cepat. Ini akan lebih banyak menyelamatkan warga Jakarta,” ucap Anies.

Sejauh ini,kata Anies, angka positifnya naik, tetapi kasus yang harus dirawat tidak mengalami lonjakan yang signifikan. Jadi, tingkat keterisian dari tempat isolasi di Jakarta saat ini 44 persen. Adapun ICU tingkat keterisian adalah 32 persen.

Angka itu menurut Anies masih aman karena masih di bawah setengah kapasitas yang sudah disiapkan khusus untuk Covid.

Diakui Anies, dalam dua pekan terakhir tampak ada tren kenaikan atas keterisian tempat tidur isolasi dan ICU. Misalnya minggu lalu, keterisian tempat tidur isolasi itu adalah 42 persen. Minggu ini naik 44 persen. Lalu, ICU semula 25 persen naik menjadi 32 persen.

“Artinya kita harus waspada,” katanya.

Berita terkait: