Polisi Tetapkan 1 Tersangka Perusuh Demo di DPR

Polda Metro Jaya menetapkan satu orang sebagai tersangka terkait dugaan tindakan provokasi atau kericuhan pada saat aksi unjuk rasa penolakan rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dan RUU Omnibus Law Cipta Kerja, di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat.

“Kemarin dari 20 orang yang kita amankan ada baru satu yang kita tetapkan sebagai tersangka,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Sabtu (18/7/2020).

Dikatakan Yusri, satu orang yang ditetapkan tersangka berperan melakukan pelemparan batu. Sementara, pelaku yang menimpuk Polantas masih dalam penyelidikan.

“Belum, kita masih dalami lagi karena ini kelompok mereka semuanya. Ini bukan Polantas saja, semua dilempar pakai botol,” ungkapnya.

Yusri menyampaikan, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap apakah ada tersangka lainnya.

“Kita tahu kemarin massa (pengunjuk rasa) sudah bubar semua, tapi masih ada orang orang yang provokasi. Setelah kita lakukan pengamatan hampir rata-rata mereka pelajar yang masih SMP, SMA, dan pengangguran. Sementara yang demo ini teman-teman mahasiswa. Ini masih kita dalami semua tunggu saja,” katanya.

Sebelumnya, polisi mengamankan 20 orang perusuh dalam aksi unjuk rasa massa terkait penolakan RUU HIP dan RUU Omnibus Law Cipta Kerja, di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2020).

Berita terkait: