Polisi Tetapkan 1 Tersangka Kericuhan di Depan Gedung DPR

Jakarta, – Polda Metro Jaya menetapkan satu tersangka kericuhan seusai unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR/DPD, Kamis (16/7/2020) malam.

“Kemarin dari 20 yang kita amankan, baru satu yang kita tetapkan sebagai tersangka. Ini juga masih kita dalami,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Yusri Yunus kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (18/7/2020).

Tersangka melempari petugas dengan batu dan botol air mineral saat bubarnya unjuk rasa. Adapun 19 orang lainnya telah dipulangkan.

Pemulangan 19 pericuh itu karena polisi sudah memeriksa selama 1×24 jam. “Iya (19 orang pericuh) sudah dipulangkan,” tuturnya.

Yusri menjelaskan, sebagian besar orang yang memancing kericuhan adalah pelajar dan pengangguran yang sama sekali bukan dari masa pengunjuk rasa.

“Kita tahu kemarin massa sudah bubar semua, tetapi masih ada orang-orang provokasi, setelah kita lakukan pengamatan, hampir rata-rata mereka pelajar yang masih SMP, SMA dan pengangguran,” ujarnya.

Meski begitu, pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain dalam kerusuhan tersebut. Hal ini didasarkan dari peran-peran para pericuh tersebut.

“Yang sudah ada yang suruh pulang. Namun, sudah kita data perannya masing-masing. Kita cari yang paling berperan,” katanya.

Pada Kamis (16/7/2020) malam, massa tidak dikenal melempari petugas Kepolisian yang berjaga di depan Gedung DPR/MPR/DPD hingga memaksa petugas menembakkan gas air mata untuk membubarkan pericuh tersebut.

Massa tidak dikenal itu muncul seusai pendemo yang menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law membubarkan diri dengan tertib pada pukul 19.20 WIB.

Berita terkait: