Polisi Sebut Klinik Aborsi di Percetakan Negara III & Raden Saleh Tak Saling Terkait

Klinik aborsi ilegal kembali digerebek di Jl Percetakan Negara III, Jakarta Pusat. Pertengahan Agustus lalu, klinik aborsi ilegal juga menggerebek praktik aborsi ilegal yang berlokasi di Raden Saleh, Jakarta Pusat.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus, kedua bisnis ilegal itu tidak saling terkait.

“Tidak ada ada hubungannya tidak ada kaitannya, mereka saling berdiri sendiri- sendiri,” ujar Yusri saat dikonfirmasi pada Kamis (24/9).

Yusri menjelaskan, dalam praktiknya juga terjadi perbedaan antara klinik di kawasan Raden Saleh dan Percetakan Negara III.

“Bedanya dengan Raden Saleh yang kita ungkap bulan lalu memang dia memiliki batas kandungan 6 bulan nah di sini (Percetakan Negara III) batasnya hanya 14 minggu bahwa janin tersebut masih dalam gumpalan darah,” jelasnya.

Menengok Praktik Aborsi Ilegal Percetakan Negara

Sebelumnya, polisi juga menangkap 10 orang yang diduga terlibat dalam praktik aborsi ilegal pada sebuah klinik di jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat.

“Pada Rabu 9 September sekitar pukul 12.00 Wib Siang, kami sudah berhasil mengamankan 10 orang saat melakukan penggeledahan di satu klinik. Dalam pengungkapan aborsi ilegal,” kata Yusri.

Dia menjelaskan, 10 pelaku yang diamankan polisi memiliki perannya masing, mulai dari dokter, pemilik klinik, sampai dengan satu korban yang saat dilakukan penggeledahan tertangkap akan melakukan aborsi.

“Satu orang pemilik klinik yakni, LA (52) kemudian DK (30) laki-laki berumur 30 tahun adalah dokter yang tugasnya sebagai penindakan aborsi,” ujarnya.

Kemudian, ada YA (51) dan LL (50) yang membantu dokter dalam melakukan tindakan aborsi, sementara MM (38) yang bertugas melakukan USG untuk melihat kandungan janin pelanggan.

Lalu, ada NA (30) sebagai pencatat registrasi pasien merangkap sebagai kasir. RA (52) berperan sebagai penjaga klinik, ED (28) cleaning servis, dan SM (52) yang melayani pasien.

“Dari 10 orang yang tertangkap, terdapat satu RS (25) perempuan yang menjadi pasien aborsi yang ikut kita amankan,” terang Yusri.

Atas perbuatannya ke 10 pelaku akan disangkakan ancaman pasal berlapis yakni pasal 346 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara, dan pasal 348 KUHP ancaman lima tahun penjara. Termasuk undang undang No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 194 juncto Pasal 75 dengan ancaman 10 tahun penjara atau denda Rp 1 miliar.

Seperti Apa Bisnis Praktik Aborsi Ilegal di Raden Saleh

Kemudian, polisi juga sudah berhasil mengungkap kasus praktik aborsi ilegal yang dijalankan sejumlah tenaga medis di Klinik dr SWS Jalan Raden Saleh I Kenari, Senen, Jakarta Pusat. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan, klinik sudah lima tahun beroperasi.

Namun demikian penyidik hanya menemukan rekap kunjungan pasien dari bulan Januari 2019 hingga 10 April 2020. Tubagus menyebut, jumlah pasien mencapai 2.638 orang.

Menurut dia, jika penyidik mengalkulasi angka tersebut dan menggabungkan keterangan para saksi maka diperkirakan setiap harinya ada lima perempuan yang datang ke klinik itu untuk menggugurkan kandungan.

“Asumsi perkiraan setiap hari kurang lebih lima sampai tujuh orang melakukan aborsi di tempat tersebut,” kata dia, Selasa (18/8).

Tubagus menerangkan, perempuan hamil yang berniat menggugurkan kandungan ke klinik itu bisa menelepon lewat nomor call center atau mendatangi klinik secara langsung.

“Pasien akan dijemput kemudian menuju ke tempat pendaftaran konfirmasi pemeriksaan awal,” kata dia.

Tubagus menuturkan, setidaknya ada tujuh langkah yang harus diikuti pasien sampai dengan pelaksanaan aborsi. Adapun masalah biaya bergantung usia janin.

Usia janin dibagi empat kriteria 6 sampai 7 minggu, 8 sampai 10 Minggu, 10 sampai 12 Minggu, dan 15 sampai 20 Minggu.

“Biayanya sangat bergantung kepada kesulitan setelah dilakukan pemeriksaan awal baik pemeriksaan medis maupun pemeriksaan dalam bentuk USG,” jelas dia.

[lia]

Baca Selanjutnya: Menengok Praktik Aborsi Ilegal Percetakan…

Halaman

  • 1
  • 2
  • 3

Berita terkait: