Polisi Perpanjang Penahanan Penggagas Pasar Muamalah

Mabes Polri memperpanjang penahanan penggagas Pasar Muamalah Depok, Zaim Saidi . Permohonan penangguhan penahan dirinya masih diabaikan polisi.

Hal ini dikatakan pengacara Zaim, Ali Wardi, saat dihubungi Senin (22/2/2021). Permohonan penangguhan penahanan Zaim sebelumnya telah dikirim ke polisi sejak 4 Februari 2021.

“Benar diperpanjang (40 hari) mulai 23 Februari nanti,” kata Zaim.

BACA JUGA

Minta Maaf, Penggagas Pasar Muamalah Optimistis Ditangguhkan Polisi

Seperti diberitakan Zaim berstatus tersangka dan ditahan buntut dari Pasar Muamalah yang menggunakan dirham dan dinar yang ia gagas.

Penyidik menggunakan konstruksi Pasal 9 UU 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang ancamannya 15 tahun, sehingga tersangka dapat ditahan. Selain itu Pasal 33 UU 7/2011 tentang Mata Uang, ancamannya 1 tahun dan denda Rp 200 juta.

Zaim telah menggelar pasar yang melakukan transaksi jual beli menggunakan dinar dan dirham itu sejak 2014.

Pasar Muamalah yang terletak di Jalan Raya Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat, ramai diperbincangkan warganet di media sosial. Sebab, transaksi jual beli di pasar tersebut bukan menggunakan mata uang rupiah, melainkan koin dinar dan dirham yang dicetak oleh tersangka.

BACA JUGA

Polisi Cari Hubungan Pasar Muamalah Di Daerah Lain

Pasar tersebut juga mengenal barter. Jumlah pedagang di pasar yang berdiri di lahan milik Zaim itu antara 10 sampai 15 pedagang. Barang yang dijual sembako, makanan, minuman, dan pakaian. Pasar buka dua pekan sekali, jam 10.00-12.00 WIB.

Tersangka menyediakan koin dinar dan dirham. Zaim memesan koin itu dari PT Antam dan sejumlah kesultanan dan menentukan harga koin itu berdasar harga emas dan perak yang dilansir di Antam ditambah 2,5% sebagai margin . Belakangan ditemukan pasar sejenis di Indonesia. Pasar-pasar itu telah dilarang beroperasi.

Berita terkait: