Polda Riau Bongkar Penyulingan Minyak Ilegal di Dumai

Polda Riau mengejar satu buron di balik sindikat pencurian dan penyulingan minyak mentah milik PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Sudah empat orang yang ditahan dalam kasus ini. Dalam kasus ini pelaku menyuling minyak mentah disuling menjadi solar dan bensin.

“Kita terus kejar satu DPO (daftar pencarian orang) itu. Juga terus melakukan penyelidikan mendalam terhadap pelaku lainnya di balik kegiatan ilegal ini,” kata Kapolda Riau Irjen Agung Imam Setya dalam keterangannya Senin (2027/2020).

TKP kasus ini terletak di Jalan Mataram Kelurahan Bukit Kayu Kapur Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai pada 2 Juli 2020 lalu. Saat itu ada empat tersangka yang langsung dibekuk.

Mereka adalah DA (58) berperan sebagai pengelola dan pengawas kegiatan, BS (27) dan JN (46) berperan sebagai pekerja, dan seorang penyuplai minyak mentah yakni AM (38) yang merupakan salah seorang karyawan PT Arthindo Utama yang merupakan Kontraktor CPI.

Barang bukti yang disita yakni 46 ton BBM yang terdiri dari 14 ton sudah jadi olahan solar. Minyak itu ditaruh di 15 baby tank . Lalu 32 ton minyak mentah di mana 12 ton di antaranya berada dalam tungku masak. Lalu ada 2 mesin isap, selang, 8 unit blower , 4 tungku pemasak minyak, dan satu unit mobil tangki merek Mitsubishi Fuso.

“Modus yang dilakukan AM adalah mengambil minyak hasil pembersihan sumur minyak. Minyak ini masih campuran minyak mentah yang bercampur dengan air dan lumpur (fluida). Selanjutnya fluida tersebut diangkut menggunakan truk tangki milik PT Arthindo Utama keluar dari Area PT CPI ,” urai Agung.

“Emas hitam” ini lalu dijual kepada AW yang buron seharga Rp 500 tiap liter. Ia selaku pemilik usaha penyulingan minyak mentah ini. Seharusnya fluida yang didapat dari hasil pembersihan dan perbaikan sumur minyak milik PT CPI dikembalikan kepada PT CPI melalui stasiun pengumpul.

Solar dan bensin hasil olahan ilegal tersebut dijemput langsung oleh pelanggan yang membeli minyak tersebut di lokasi penyulingan. Dari pengakuan mereka kegiatan ini baru berlangsung sejak awal 2020 namun polisi menduga ini sudah berlangsung selama dua tahun.

Polda Riau memang bertekad menyetop kasus sejenis. Pada 2019 lalu, ada 90 kasus pencurian minyak, kabel, dan pipa besi milik PT CPI. Untuk pencurian minyak ada 62 kasus, pencurian kabel 23 kasus, dan pencurian pipa 5 kasus.

Berita terkait: