Polda Banten Kerahkan 3.500 Personel Gabungan Amankan Pilkada Serentak

Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengerahkan sebanyak 3.500 personel gabungan untuk pengamanan pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember mendatang. Personel gabungan tersebut terdiri dari anggota Polri, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Ada tiga daerah yang menyelenggarakan Pilkada serentak, yang berada di bawah kewenangan Polda Banten dan Kodam III/Siliwangi yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon. Sedangkan Kota Tangerang Selatan berada di bawah kewenangan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya.

BACA JUGA

Isu Dinasti Politik Tidak Efektif, Pasangan Ati-Sokhidin Semakin Kuat di Pilkada Cilegon

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto mengatakan, kerawanan pada perhelatan Pilkada mulai dari pelaksanaan proses pendaftaran, kampanye, pemungutan suara, sampai dengan penghitungan suara hingga penetapan calon. Sehingga pada setiap tahap proses tersebut harus dilakukan pengamanan dalam rangka mewujudkan pilkada yang aman kondusif dan tidak terjadi konflik antar pendukung.

“Semuanya kita lihat dari perkembangan situasi bahwa masih dalam situasi yang terkendali. Jadi kita akan menjaga stabilitas keamanan itu sesuai dengan tugas masing-masing,” kata Pangdam saat memimpin apel kesiapsiagaan pengamanan Pilkada Serentak 2020 di Alun-alun Kota Serang, Rabu (25/11/2020).

Pangdam, mengatakan sejauh ini pemerintah telah mengeluarkan anggaran besar untuk penanganan Covid-19. Dia berharap seluruh masyarakat maupun peserta Pilkada untuk menaati protokol kesehatan untuk mengurangi jumlah kasus Covid-19.

“Kalau sudah diingatkan tidak mengikuti, polisi, Satpol PP akan mengambil tindakan dan di-back up oleh TNI. Ya kita bubarian karena itu sudah melanggar protokol kesehatan,” katanya.

BACA JUGA

DPT 4 Daerah Pilkada Serentak di Banten 3,3 Juta

Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar menyampaikan gangguan paling rawan dalam perhelatan Pilkada tahun ini adalah kesehatan.

“Rawan terjadi kerumunan sehingga potensi penyebaran Covid-19 pada saat pelaksanaan pencoblosan dan penghitungan suara sangat besar. Ancaman kita saat berhimpun menyaksikan perhitungan. Makanya masyarakat tunggu hasilnya di rumah saja,” katanya.

Berita terkait: