PN Jakarta Timur Eksekusi 24 Bidang untuk Proyek Kereta Cepat di Halim

Sebanyak 24 bidang lahan dan bangunan di Tanah Galian Kelurahan Halim Perdanakusuma, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur untuk proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (21/7/2020).

Pelaksanaan proses eksekusi berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan serta mendapatkan pengamanan dari aparat gabungan terkait.

Juru sita PN Jakarta Timur, Rudi Hermanto menyebutkan dasar eksekusi sesuai dengan surat penetapan dari Pengadilan Negeri Jakarta Timur No. 10/2020 Eks Jo No.39/Pdt.P/Cons/2019/PN.Jkt.Tim.

“Menetapkan, satu mengabulkan permohonan pemohon eksekusi tersebut di atas. Dua memerintahkan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Timur atau apabila ia berhalangan dapat diganti oleh wakilnya yang sah dengan disertai oleh 2 (dua) orang saksi yang telah memenuhi syarat untuk melaksanakan eksekusi pengosongan dan penyerahan terhadap 24 nomor bidang,” ujar ujar Rudi Hermanto saat membacakan penetapan pengadilan di lokasi eksekusi.

“Tiga memerintahkan pula panitera Pengadilan Negeri Jakarta Timur atau jika berhalangan dapat digantikan wakilnya yang sah untuk meminta bantuan pengamanan dari alat kekuasan negara, sehingga pelaksanaan eksekusi dimaksud dapat terlaksana sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” lanjut Rudi Hermanto.

Dijelaskannya, eksekusi ini merupakan proses pembebasan lewat sistem konsinyasi. Konsinyasi merupakan penitipan ganti rugi di pengadilan.

“Untuk pemohon konsinyasi dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) telah menitipkan uang ganti kerugian ke PN Jakarta Timur untuk 24 nomor bidang yang dimohonkan,” tambahnya.

Sebelum dilakukan eksekusi, petugas dari PN Jakarta Timur membacakan putusan. Selanjutnya, barang-barang yang ada di dalam bangunan dibantu untuk dikeluarkan oleh petugas kemudian setelah dikosongkan bangunan yang di eksekusi diratakan menggunakan alat berat.

Untuk diketahui selain proses eksekusi 24 bidang hari ini, sekitar 224 nomor bidang yang sebelumnya sudah mendapatkan pembayaran uang ganti rugi (UGR).

Sebagian besar lahan di lokasi tersebut sudah dikosongkan sebelumnya. Sehingga pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung terus dikebut agar bisa selesai sesuai dengan rencana.

Sebagaimana diketahui, Kereta Cepat Jakarta-Bandung ditargetkan akan mulai beroperasi pada tahun 2021. Terdapat empat stasiun yang mendukung jalur Kereta Cepat Jakarta – Bandung. Di antaranya yakni Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Walini, dan Stasiun Tegalluar. Kereta Cepat Jakarta – Bandung bisa memangkas waktu tempuh Jakarta – Bandung menjadi sekitar 46 menit. 

Berita terkait: