PM Inggris Harap Sebelum Natal Kehidupan Sudah Normal

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berharap Inggris dapat kembali menjalani hidup normal sebelum Natal di tengah pelonggaran bertahap pembatasan sosial. Namun Johnson memperingatkan negaranya masih perlu mempersiapkan untuk skenario terburuk gelombang kedua virus corona (Covid-19).

Korban tewas di Inggris akibat Covid-19 lebih 45.000 atau tertinggi di Eropa. Namun Inggris mulai melonggarkan langkah-langkah penguncian karena jumlah kasus dan tingkat infeksi menurun.

Johnson yang menetapkan jadwal terbaru pelonggaran pada Jumat (17/7/2020) mengatakan bahwa para karyawan lebih berhati-hati bekerja di luar rumah, dan pertemuan lebih besar akan dievaluasi. Menurut dia, aturan jarak sosial kemungkinan ditiadakan pada saat Natal.

“Ini adalah harapan saya yang kuat dan tulus bahwa kita akan meninjau pembatasan yang luar biasa dan memungkinkan pengembalian lebih signifikan ke tahapana normal pada November paling cepat, mungkin saat Natal,” katanya.

Baca juga:  Buka Penguncian 4 Juli, PM Inggris Umumkan Jarak Sosial Minimal 1 Meter

Namun dia menekankan bahwa rencana itu bergantung pada upaya menjaga tingkat infeksi agar tetap rendah. Selain itu, menetapkan dana perawatan kesehatan tambahan dan kekuatan baru bagi pemerintah daerah untuk mengunci hotspot Covid-19. “Kami memastikan siap menghadapi musim dingin dan merencanakan yang terburuk. Meskipun kami merencanakan yang terburuk, saya sangat yakin kami harus berharap yang terbaik,” katanya dalam konferensi pers.

Pemerintah Inggris mendapat kritikan atas upayanya merespons pandemi, termasuk lambat melakukan penutupan dan gagal meningkatkan kapasitas pengujian dengan cepat.

Pemimpin oposisi Keir Starmer mengatakan rencana Johnson perlu didukung para ahli untuk memenangkan kepercayaan publik. “Ini tidak bisa dilakukan hanya pada doa. Itu membutuhkan rencana yang kredibel dan kepemimpinan nasional,” kata Starmer.

Kepala penasihat ilmiah Inggris Patrick Vallance yang menyuarakan nada pesimistis, mewaspadai potensi gelombang kedua Covid-19. Vallance mengatakan kepada komite ilmu pengetahuan dan teknologi majelis tinggi parlemen Inggris bahwa jika virus terus beredar, maka langkah-langkah menjaga jarak sosial tetap diperlukan.

Pemerintah Inggris menetapkan bantuan tunai 3 miliar pound (US$ 3,8 miliar) pada sistem kesehatan dan mengizinkan penggunaan rumah sakit swasta dan rumah sakit lapangan sementara untuk meringankan meningkatnya beban musim dingin.

Pendanaan hanya berlaku untuk layanan kesehatan Inggris, dengan kenaikan yang setara untuk Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara yang akan ditetapkan kemudian.

Pemerintah juga akan meningkatkan kapasitas pengujian, meningkatkan persediaan alat pelindung dan meningkatkan program vaksinasi flu tahunan.

Berita terkait: