PKS DKI Dukung Penuh Anies Jika Harus Terapkan Kembali PSBB

 

Melonjaknya kasus penularan Covid-19 di DKI Jakarta dalam 2 minggu terakhir menjadi perhatian serius bagi DPRD DKI Jakarta. Pasalnya sejak diberlakukannya PSBB transisi justru jumlah kasus positif Covid-19 justru semakin bertambah.

Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Achmad Yani menilai lonjakan jumlah pasien Covid-19 di DKI Jakarta adalah hal yang sangat mengkhawatirkan. Menurut Yani, salah satu penyebab melonjaknya kasus Covid-19 di DKI Jakarta pada masa PSBB transisi adalah banyaknya jumlah pelanggaran protokol kesehatan terutama di transportasi publik dan juga pusat keramaian seperti pasar dan perkantoran.

Achmad Yani berharap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan evaluasi dan tindakan tegas.

“Ini harus dievaluasi lagi oleh Pak Anies. Kalau mereka memang tidak bisa disiplin sebaiknya kembali saja lagi ke PSBB ,” ujar Yani dalam keterangannya, Kamis (16/7/2020).

Menurut Yani, kekhawatiran ini muncul karena kapasitas rumah sakit yang ada di Jakarta jumlahnya terbatas. Selain itu, kata dia, jika lonjakan jumlah menjadi tidak terkendali, maka ekonomi juga akan terdampak langsung.

“Semua ini akan berakibat pada ketahanan ekonomi dan sosial Jakarta sebagai ibukota. Karena itu jika memang harus PSBB lagi, insyaAllah PKS akan mendukung Pak Anies demi terciptanya Jakarta yang lebih baik dan terkendalinya wabah Covid-19,” jelas dia.

Namun Yani juga mengingatkan pentingnya ketegasan pemerintah dalam melakukan pengawasan. Jika ada yang melanggar, maka harus diberi hukuman yang memberikan efek jera sehingga masyarakat akan patuh dan enggan melanggar protokol kesehatan.

“Anggap saja orang-orang yang enggan memakai masker saat keluar rumah, baik itu ke mall, tempat ibadah, dan tempat-tempat keramaian lainnya sebagai tindakan yang membahayakan orang lain sehingga hukumannya pun tegas. Juga jika ada tempat usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan bisa dicabut izin usahanya secara permanen. Kami rasa dengan begitu semua pihak akan berpikir jika ingin melanggar protokol kesehatan,” pungkas Yani.

Berita terkait: