Pilkada Solo, Achmad Purnomo: Saya Tinggalkan Dunia Politik

– Bakal Calon Waki Kota Solo Achmad Purnomo menegaskan dirinya secepatnya akan meninggalkan dunia politik. Dia mengaku tak lagi tertarik berkecimpung di dunia politik, dan akan fokus mengurus kembali bidang usaha yang selama ini ditinggalkannya sejak menjabat wakil wali kota.

‘’Saya segera meninggalkan dunia politik. Tak tertarik lagi berpolitik atau berkecimpung di dunia politik,’’ tegas Achmad Purnomo, menjawab , Senin (20/7/2020) pagi.

Menjawab pertanyaan soal rencana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang akan meminang dan mengusungnya dalam Pilkada Solo untuk melawan Gibran Rakabuming Raka yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), politisi gaek ini menegaskan, tidak tertarik dan tidak akan bisa PKS mengusung dirinya, karena tak memenuhi syarat kursi DPRD.

‘’Kursi PKS hanya lima. Sedangkan semua partai sudah merapat ke PDIP. Jadi, tak mungkin memenuhi syarat mengusung calon,’’ tegas Achmad Purnomo.

Saat ini, peta politik di Solo, dikuasai PDIP. Dari 45 kursi DPRD Solo periode 2019-2024, PDIP memborong 30 kursi. Lainnya PKS 5 kursi. Sedangkan PAN, Golkar dan Gerindra masing-masing 3 kursi, serta 1 kursi untuk PSI. Terakhir, PAN, Gerindra, Golkar dan juga PSI telah merapat ke PDIP untuk mengusung Gibran-Teguh. Jadi, praktis, PKS tak bisa mengusung calon, karena tak memiliki rekan koalisi.

Menurut Achmad Purnomo, realitas itu membuat PKS saat ini tak mungkin bisa mengusung calon dalam Pilkada Solo Desember mendatang. ‘’Kalau PKS bilang, akan mencalonkan saya? Orangnya belum datang pada saya. Kalaupun datang, tak mungkin bisa mencalonkan,’’ ujarnya.

Menurutnya, dia akan fokus kembali mengurus usahanya yang cukup lama ditinggalkannya sejak dia menjabat wakil wali kota Solo, sejak 2013 silam. Pria kelahiran Kebumen, Jawa Tengah, 28 Desember 1948 itu adalah Wakil Wali Kota Solo 2 periode yakni 2013—2015 dan 2016—2021, mendampingi wali kota saat ini FX Hadi Rudyatmo.

Selain itu, dirinya juga akan kembali aktif di bidang sosial kemasyarakatan.

Saat ini, ia tercatat sebagai pendiri dan pembina organisasi sosial “Solo Bersama Selamanya”, Ketua Umum Yayasan Amal Sahabat, Bendahara Umum PMI cabang Solo, serta penasihat Kadin Solo dan HIPMI Solo.

‘’Selain kembali aktif berusaha dan mengurusi kegiatan sosial, saya akan istirahat sambil momong cucu,’’ ujar pria yang memiliki usaha apotek dan SPBU ini.

Ketika ditanya, keputusan mundur dari politik itu karena gagal mendapat rekomendasi PDIP, dia mengaku, hal ini bukan persoalan legawa atau tidak. ‘’Itu realitas politik yang harus saya terima. Kalau orang kecewa itu manusiawi sekali. Saya itu didukung suara bulat oleh DPC PDIP Solo, tapi kalau kemudian saya tak dipilih, ya, saya terima. Saya bisa apa,’’ tuturnya.

Saat ini, satu-satunya potensi lawan Gibran ialah pasangan calon independen Bagyo Wahyono-FX Sutardjo yang saat ini masih mengikuti proses verifikasi dukungan. Mereka telah mengumpulkan 28 ribu surat dukungan.

Tersisa sekitar tujuh ribu dukungan lagi untuk memastikan pasangan ini dapat lolos sebagai pasangan calon lewat jalur perseorangan. Mereka punya waktu hingga 27 Juli untuk melengkapi kekurangan tersebut.  

 

Berita terkait: