Pilkada Serang, Kader Golkar Diminta Berpolitik Santun

 

Seluruh kader Partai Golkar di wilayah Kabupaten Serang mulai dari pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar hingga pimpinan tingkat kecamatan dan desa diminta untuk berpolitik secara santun dan tidak terpancing fitnah.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Serang Fahmi Hakim pada saat rapat konsolidasi seluruh kader Partai Golkar di Kabupaten Serang dalam menghadapi Pilkada tahun 2020. Rapat para kader tersebut bertujuan untuk penguatan strategi pemenangan Pilkada.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Serang Fahmi Hakim mengatakan, Partai Golkar mengusung kader internal di Pilkada Kabupaten Serang, yakni Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah.

“Maka, semua mesin politik Partai Golkar Kabupaten Serang harus bergerak maksimal untuk memenangkan Pilkada,” kata Fahmi di sela-sela Konsolidasi Partai Golkar Kabupaten Serang, Senin (27/7/2020).

Ada sekira 120 pengurus tingkat kabupaten dan pimpinan kecamatan yang dikumpulkan dalam rapat konsolidasi tersebut. “Kita berkonsolidasi dalam rangka memastikan penguatan struktur hingga TPS (tempat pemungutan suara). Dan kami solid,” ujar Fahmi.

Menurut Fahmi, saat ini ada oknum lawan politik yang menyebarkan kebencian, fitnah, dan caci maki dalam proses Pilkada Kabupaten Serang. Ia meminta kader Partai Golkar untuk beradu gagasan dan program pasangan calon. “Kita akan menggunakan proses demokrasi dengan gagasan, serta melalui etika,” ujarnya.

Salah satu yang penting untuk disampaikan kepada masyarakat adalah keberhasilan pembangunan Kabupaten Serang semasa kepemimpinan Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa di periode pertama. Mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, pemberian beasiswa bidang pendidikan, hingga pembangunan bidang kesehatan. “Kita tawarkan kepada masyarakat pemimpin yang sudah terbukti dan teruji membangun kabupaten serang,” ujarnya.

Ratu Tatu Chasanah mengaku mendengar banyak informasi tentang fitnah yang diembuskan oknum lawan politiknya. Salah satu fitnah yang pernah diembuskan adalah program keagamaan yang berkurang di masa kepemimpinan Tatu-Pandji.

Padahal faktanya, sejumlah program sudah digulirkan mulai dari pengajian keliling, gebyar zakat, lebaran anak yatim, pembangunan pondok pesantren, hingga beasiswa penghafal Alquran. “Saya menyampaikan ke kader Golkar tidak boleh terpancing. Kita berpolitik santun, sampaikan hal baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kader Partai Golkar harus efektif melakukan gerakkan pemenangan. “Konsolidasi internal dengan baik, dan mengajak kepada masyarakat untuk memilih. Kemudian menyampaikan kinerja yang sudah dilakukan oleh saya di periode pertama. Kita laksanakan demokrasi ini dengan baik,” ujarnya. 

 

Berita terkait: