Pilkada Medan, Bobby Nasution Berani Keluar dari Zona Nyaman

 

Nama Bobbi Afif Nasution dianggap sudah tidak asing lagi di Tanah Air, khususnya Medan, Ibu Kota Sumatera Utara (Sumut). Selain dikenal sebagai menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), nama pria kelahiran Medan pada 5 Juli 1991 itu, sebenarnya sudah cukup dikenal sebelum mempersunting Kahiyang Ayu, putri dari Presiden Jokowi.

Di usia yang tergolong sangat muda, Bobbby yang merupakan putra dari Erwin Nasution (almarhum) dan Ade Hanifah Siregar, sudah mewakili generasi muda menjadi Manager Medan Jaya, pada tahun 2014 lalu. Saat itu, klub sepak bola ini merupakan salah satu kebanggaan masyarakat selain Persatuan Sepak Bola Medan Sekitarny (PSMS) Medan.

Bobby Nasution dinilai sosok muda yang mumpuni dan bertangan dingin. Soalnya, dia berhasil membawa klub ini masuk ke puncak di putaran pertama Grup B Divisi I. Padahal, pada masa sebelumnya, Medan Jaya seperti sudah kehilangan arah, tanpa pamor karena sudah turun kasta Divisi II Liga Indonesia.

Meski berusia tergolong masih hijau, Bobby Nasution dinilai bukan sosok pemuda yang mengandalkan hidup di balik kemewahan orang tuanya, Alm Erwin Nasution, yang merupakan mantan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (Persero) IV. Pada usia 20 tahun, dia sudah berusaha mandiri.

Ketika itu, Bobby Nasution sudah menjajal bisnis properti. Awalnya, dia membeli rumah kemudian melakukan renovasi. Setelah itu, dia kembali menjual rumah yang dibeli tersebut. Hasilnya lumayan menguntungkan. Lambat laun usahanya itu berkembang, Bobby melebarkan sayap usahanya. Ia terlibat dalam proyek Malioboro City di Yogyakarta.

Semangat kerja kerasnya tersebut membuat Bobby akhirnya bisa bergabung dengan perusahaan properti Takke Group pada 2016 lalu. Jabatannya mentereng sebagai direktur pemasaran. Perusahaan ini terlibat pembangunan di Jabodetabek.

Nama Bobby Nasution kembali menjadi pembicaraan ketika meminang Kahiyang Ayu. Dia menjalin kasih dengan Kahiyang ketika sama-sama mengenyam pendidikan magister di Bogor. Pasangan kekasih yang dinilai serasi ini pun resmi menikah pada 8 November 2017 lalu. Setelah berhasil membangun mahligai rumah tangga, Bobby Nasution kembali membawa kejutan di tengah masyarakat.

Dengan mengikuti jejak kakak iparnya, Gibran Rakabuming Raka yang maju di Pilkada Solo, Bobby Nasution mencoba peruntungan untuk maju sebagai calon wali kota Medan. Langkah Bobby Nasution untuk menjadi calon wali kota Medan periode 2020 – 2025 semakin terbuka lebar setelah mendapatkan dukungan dari PDIP, Golkar, Nasdem dan partai lainnya.

Bahkan, kalangan ulama, tokoh masyarakat, kalangan pendidikan, memberikan dukungan. Bobby berani keluar dari zona nyaman. Dukungan milenial ini bukan berarti hanya diinginkan kaula muda. Namun, milenial dimaksud mewakili kemajuan zaman, yang mana Bobby dianggap mampu menerobos segala aspek pembangunan.

Apalagi, Kota Medan, yang selama ini dinilai terpuruk karena tiga wali kotanya, Abdillah, Rahudman Harahap dan Dzulmi Eldin, secara beruntun tersangkut kasus korupsi. 

 

Berita terkait: