Pilkada Depok, Kampanye Tatap Muka Dinilai Lebih Efektif

Tim kampanye pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Depok dari nomor urut 01 dan 02 dalam Pilkada Depok menilai kampanye tatap muka lebih efektif dibandingkan dengan kampanye dalam jaringan (daring).

Sekretaris DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kota Depok Ikravany Hilman mengatakan, pihaknya lebih memilih kampanye tatap muka karena lebih efektif dibandingkan daring dan mengingat kemampuan warga juga banyak yang terbatas.

Sebagai partai pengusung pasangan calon nomor urut 01 yakni Pradi Supriatna-Afifah Alia, Ikravany menuturkan bahwa kampanye daring belum efektif dan terbatas oleh ruang. Terlebih tidak ada interaksi secara langsung antara calon wali kota dan calon wakil wali kota dengan warga.

BACA JUGA

Bawaslu Depok Temukan 15 Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19

“Kami juga memahami bahwa kemampuan warga terbatas. Mereka lebih memilih memanfaatkan kuota untuk anak sekolah. Daripada untuk menyimak kampanye daring,” kata Ikra di Depok, Jawa Barat, Minggu (18/10/2020).

Namun demikian, bukan berarti kampanye daring tak akan dilakukan pihak tim 01. Dikatakan Ikra, pihaknya juga akan memanfaatkan kampanye daring dengan sasaran warga kalangan menengah.

Kampanye tatap muka yang dilakukan paslon yang diusung PDI-P ini ditegaskan Ikra tetap menomorsatukan protokol kesehatan. Bahkan PDI-P dikatakan Ikra telah memiliki komisi disiplin yang diatur sesuai instruksi Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI-P untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan.

“Siapa saja bisa kena sanksi termasuk paslonnya. Anggota dewannya juga bisa. Oleh karena itu kami harus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Kami dilarang membahayakan orang lain. Semua menjaga demi kesehatan dan keselamatan,” kata Ikra.

Senada dengan Ikra, Wakil Ketua Tim Pemenangan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono, Qonita Lutfiyah mengungkapkan bahwa kampanye tatap muka lebih memungkinkan paslon untuk berinteraksi dengan warga Depok.

Meski dilakukan dengan pembatasan, seperti jumlah peserta dan keharusan menjaga jarak, Qonita menilai kampanye tatap muka tetap lebih efektif daripada kampanye daring.

BACA JUGA

KPU Tetapkan DPT Pilkada Depok 1.229.392 Pemilih

“Kami memahami kesulitan warga dimana mereka mungkin tak memiliki peralatan yang memadai untuk mengikuti kampanye daring. Oleh karena itu kami memilih tatap muka tapi kami tetap mengutamakan protokol kesehatan walau harus membagi peserta kampanye dalam dua waktu terpisah dan jadinya waktunya lebih panjang tapi demi kesehatan dan kebaikan, tidak apa-apa,” papar Qonita yang juga Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok ini.

Menurut Qonita, kesadaran untuk menaati protokol kesehatan adalah suatu kebutuhan demi kesehatan bersama. Dengan demikian tim kampanye paslon 02 akan terus mengatur tata cara kampanye di lapangan agar tidak melanggar protokol kesehatan.

“Kami sudah melakukan seperti pembatasan peserta yang dibagi dalam dua sesi kampanye. Ada yang ikut pagi dan ada yang siang. Tempat duduk pun kami jarak-jarakkan. Kami tandai dengan tanda silang. Tidak boleh berdekatan,” pungkas Qonita.

Berita terkait: