Pfizer dan BioNTech Masuk Tahap Akhir Uji Vaksin Covid-19

Perusahaan farmasi AS Pfizer dan perusahaan bioteknologi Jerman BioNTech memulai uji coba kandidat vaksin Covid-19 tahap akhir terhadap manusia pada hari Senin waktu setempat (27/7/2020).

Uji coba tahap akhir diikuti 30.000 orang berusia 18-35 tahun di 120 lokasi di seluruh dunia, di antaranya 39 negara bagian di AS. Jika sukses, vaksin akan diajukan untuk penilaian terakhir oleh regulator paling cepat bulan Oktober.

Saham Pfizer naik 3 persen dan BioNTech naik 2 persen di pasar saham berjangka.

Kedua perusahaan ini menargetkan produksi 100 juta dosis di akhir 2020 dan 1,3 miliar dosis di akhir 2021.

“Tujuan utaa kami adalah menyediakan vaksin dengan toleransi yang baik dan efektif ke pasar secepat mungkin, sambil terus mengevaluasi kandidat vaksin Covid-19 lainnya yang ada di portfolio kami,” kata CEO BioNTech Ugur Sahin dalam keterangan resminya.

Rabu (22/7/2020), Pemerintah Amerika Serikat setuju untuk membayar Pfizer dan perusahaan bioteknologi Jerman BioNTech sebesar US$ 1,95 miliar untuk memproduksi dan distribusi 100 juta dosis vaksin Covid-19, jika terbukti ampuh dan aman bagi manusia.

Selain Pfizer-BioNTech, Perusahaan obat dan farmasi asal Amerika Serikat (AS) Moderna Inc mengatakan pada Minggu (26/7/2020) bahwa perusahaan telah menerima tambahan dana sebesar US$ 472 juta (Rp 6,875 triliun) dari Otoritas Penelitian dan Pengembangan Biomedis Lanjutan Pemerintah AS (Biomedical Advanced Research and Development Authority/BARDA) untuk mendukung pengembangan vaksin virus corona .

Bakal vaksin Covid-19 yang dikembangkan Universitas Oxford dan AstraZeneca Plc juga menunjukkan hasil menjanjikan setelah uji klinis melibatkan 1.077 orang. Dari uji klinis tersebut, diketahui 90 persen dari responden menghasilkan antibodi terhadap virus Covid-19 setelah menerima satu dosis vaksin yang diberi nama ChAdOx1 nCoV-19 ini.

Berita terkait: