Peternak Kambing Etawa Bangkit dari Terjangan Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 tidak seharusnya membuat masyarakat putus asa. Di saat perekonomian sulit, menjadi momentum masyarakat berdaya dengan menciptakan lapangan kerja mandiri agar terbebas dari keterpurukan.

Seperti yang dilakukan seorang peternak kambing etawa , Agus Sugeng Harianto, warga Dusun Klerek, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Meskipun pandemi Covid-19 menghantui usahanya, dirinya memilih tetap bertahan dan setia dengan menjual olahan susu kambing etawa hasil ternaknya.

“Saya ingin setia dengan kambing, karena susu kambing ini menghidupi dan memberi makan keluarga saya setiap hari,” katanya di Batu, Minggu (18/10/2020).

BACA JUGA

Pasokan Susu Segar untuk Tenaga Medis Covid-19

Sugeng mengaku di awal pandemi virus corona , penghasilannya menurun drastis. Daya beli masyarakat membeli susu kambing etawa pun menurun. Namun, seiring berjalannya waktu, permintaan semakin meningkat. “Banyak masyarakat membeli dan mengonsumsi susu etawa karena takut Covid. Susu etawa juga baik untuk menjaga imunitas tubuh,” ujarnya.

Menurut Sugeng semakin banyak permintaan susu kambing etawa, membuat dirinya tidak bisa meninggalkan kandang permanennya. Ia juga semakin bersemangat merawat kambing-kambingnya, kendati sejumlah peternak lainnya gulung tikar.

Mulai pagi sampai sore, Sugeng rutin membersihkan kandang, merawat dan memberi makan kambing-kambingnya, hingga proses pemerasan susu. Hal itu dilakukan dengan menggunakan protokol kesehatan, agar kambing-kambingnya selalu sehat. Pembeli yang datang pun juga yakin kambing yang dirawatnya sehat, sehingga menghasilkan susu berkualitas baik untuk kesehatan tubuh.

“Meskipun saya berada di kandang kambing sendirian, saya tetap berusaha mematuhi protokol kesehatan. Saya juga tidak ingin kambing saya nanti terkena corona . Kandang harus bersih,” katanya.

BACA JUGA

Penyaluran KUR Peternakan Tembus Rp 5 Triliun

Sugeng mengungkapkan dari 15 kambing etawa miliknya, setiap hari bisa menghasilkan susu segar rata-rata 18 liter per hari. Susu segar tersebut, kemudian dijual dalam kemasan botol dengan harga Rp20.000 hingga Rp25.000 per liter.

Selain mengolah susu segar , Sugeng juga memproduksi yoghurt susu etawa. Penjualannya pun laris manis. Bahkan, dia mengaku kewalahan melayani pesanan pembeli dari sejumlah daerah. “Permintaan susu meningkat, jika sebelum pandemi saya hanya melayani warga Batu dan Malang, saat ini saya juga mendapat pesanan dari Surabaya dan Bali,” tandasnya.

Meningkatnya pesanan susu etawa di musim pandemi tidak membuatnya bangga atau tinggi hati. Tujuan utamanya yakni sebagai tambahan penopang hidup keluarganya sehari-hari. “Siapapun yang mau bersyukur dan berusaha di situasi apapun, pasti Tuhan akan memberikan jalan terbaik,” kata Sugeng.

Berita terkait: