Pesepeda di Jakarta jadi Korban Begal, DPRD DKI Minta Dishub Perbanyak Kamera CCTV

Kejahatan jalanan mengincar pesepeda di Jakarta kian marak terjadi. Peristiwa terbaru dialami Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko di Jalan Medan Merdeka Barat, pada Senin (26/10) kira-kira pukul 06.45 WIB.

DPRD DKI Jakarta ikut prihatin dengan kondisi ini. Anggota Fraksi PKS DPRD DKI, Abdul Aziz, meminta Pemprov DKI memperbanyak kamera pengawas sebagai antisipasi sekaligus upaya menekan aksi begal.

“Harus diperbanyak CCTV, patroli dari Dishub bekerja sama dengan kepolisian, karena ini cukup mencemaskan warga juga,” ucap Aziz, Selasa (27/10).

Menurut Aziz, dengan memasang kamera pengawas di setiap ruas jalan, khususnya ruas daerah rawan diharapkan meminimalisir aksi kriminal. Selain itu, warga merasa aman dan nyaman jika selama bersepeda terdapat kamera pengawas.

“Kalau ada CCTV di daerah-daerah rawan kan bisa paling tidak mengurangi atau juga mencegah orang-orang yang ingin berperilaku kriminal,” tuturnya.

Aziz juga mengimbau kepada warga yang hendak bersepeda sepatutnya berkelompok, dibandingkan sendiri. “Tapi juga jangan terlalu banyak, apalagi yang enggak serumah, itu kan risiko Covid-19 makin tinggi.”

Berdasarkan laporan Polda Metro Jaya, sejak Oktober 2020, kasus perampasan yang menimpa sepeda sudah tiga kali terjadi. Pertama di ruas jalan Kuningan, Jakarta Pusat. Salah seorang pesepeda mengaku dibegal diancam dengan pisau oleh pengendara sepeda motor. Handphonenya pun raib dirampas pelaku.

Hal yang sama juga dialami, Miriam Elga Gena (33). Kejadian bermula saat korban bersama rekannya sedang beristirahat sejenak di pinggir Jalan Hos Cokroaminoto ujung, Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (17/10) kemarin.

Tiba-tiba, didatangi dua pelaku berboncengan dengan sepeda motor. Salah satu pelaku merampas handphone milik Miriam Elga Gena. Beruntung, salah rekannya menarik badan pelaku hingga terjatuh. Sementara satu orang lain berhasil melarikan diri.

Terakhir, pada 19 Oktober 2020 lalu. Anjasmara, yang diketahui melintas dengan sepedanya di depan kampus Unika Atma Jaya, dipepet orang tak dikenal.

Orang tersebut, yang kemudian dicurigai sebagai begal sepeda, mencoba untuk menarik baju bagian kanan Anjasmara. Saat itu, Anjasmara menyadari di bagian kanan bajunya terdapat ponsel miliknya yang sudah diincar si pelaku begal.

Bintang sinetron Romi dan Yuli kemudian melawan si pelaku begal dengan cara menangkis dan memukulnya menggunakan tangan kanan. Nahas, saat kejadian tersebut, Anjasmara kehilangan keseimbangan dan membuatnya terpelanting dari sepeda.

Berita terkait: