Perusahaan Transportasi White Horse Bentuk Bisnis Baru Pengiriman Makanan

— PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) menjajaki bisnis baru, yakni food delivery untuk meningkatkan bisnis perseroan di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Pengembangan Bisnis PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk, Andrianto Putera Tirtawisata mengatakan, di tengah kondisi saat ini, pemilik brand transportasi White Horse i ni melihat peluang di layanan jasa pengiriman makanan antarkota. “Layanan ini bertujuan menjadi sarana pengembangan UMKM (usaha mikro kecil menengah) di bagian logistik, apalagi marketplace online belum memfasilitasi semua UMKM,” ata dia dalam keterangan tertulisnya Jumat (23/2/2021).

BACA JUGA

Kemparekraf Gandeng Jaringan Hotel dan Transportasi untuk Tenaga Medis Covid-19

Fitur pengantaran makanan White Horse diperkenalkan lewat anak usaha perusahaan, yaitu DayTrans dengan layanan bernama DayMall. Rute pengantaran menggunakan jadwal yang sudah tersedia di DayTrans, yakni Jakarta, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Jepara dan Solo. Layanan DayMall bertujuan mempermudah pengiriman makanan antarkota dengan durasi pengiriman makanan bervariasi, ada yang tiba di hari yang sama, dan hari berikutnya.

“Kami cukup optimistis, bisnis baru ini dapat mempercepat pemulihan bisnis White Horse. Ke depannya kami berharap layanan ini menjadi sumber pendapatan signifikan dan dapat berkembang di area Jawa dan Bali,” ujar dia.

Bisnis baru tersebut diharapkan dapat berkontribusi sebesar 40% terhadap bisnis shuttle DayTrans. Menurut Andrianto, saat ini, bisnis antarmakanan tersebut berkontribusi 10% dari bisnis paket perseroan.

Bisnis antarmakanan tersebut direspons baik pasar. Hal ini dilihat dari peningkatan penjualan per bulan, jumlah downloader aplikasi dan followers di instagram @day.mall.

Bisnis antarmakanan White Horse sudah dimulai beberapa bulan terakhir. Pembentukan bisnis baru ini merespons kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), dimana pada awal penerapan kebijakan ini, bisnis shuttle untuk Jakarta – Bandung sepi, sehingga perseroan mencari terobosan bisnis baru.

Berita terkait: