Perum Perindo targetkan penjualan ikan naik dua kali lipat pada 2021

Tahun 2021 ini saatnya kami berbenah dan mulai menggenjot penjualan yang kami targetkan naik jadi dua kali lipat dari 2020 Jakarta – Perusahaan Umun Perikanan Indonesia (Perindo) sebagai BUMN perikanan menargetkan penjualan ikan pada 2021 naik jadi dua kali lipat dibandingkan tahun 2020.

“Tahun 2021 ini saatnya kami berbenah dan mulai menggenjot penjualan yang kami targetkan naik jadi dua kali lipat dari 2020,” ujar Direktur Operasional Perum Perindo Raenhat Tiranto Hutabarat dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan bahwa pada 2021 Perum Perindo menargetkan pertumbuhan meski pandemi terus berlanjut. Adapun target penjualan yakni Rp849.325.022. Apalagi nanti Perindo akan berubah badan hukum menjadi persero dan bergabung dengan Perinus.

“Kami optimis untuk tahun ini. Faktor pemberat mungkin di perdagangan ekspor di tengah pandemi ini,” katanya.

Adapun penjualan tahun 2020 sebesar Rp447.985.361 yang ditopang melalui berbagai lini bisnis Perum Perindo.

Salah satu strategi Perum Perindo untuk mencapai target tersebut adalah meningkatkan volume produksi ikan dengan serapan menjadi 12.917 ton dari 5.143 ton tahun 2020. Target ini terhitung naik 151,51 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Untuk mencapai hal itu, Perum Perindo akan memperluas lahan atau jumlah kemitraan, serta peningkatan kuantitas dan kualitas budidaya dari 551 mitra pada 2020 menjadi 1.750 mitra tahun ini. Target jumlah kemitraan budidaya pun, terhitung naik 217,6 persen (yoy).

“Kami juga meningkatkan jaringan nelayan melalui kolaborasi dengan nelayan atau koperasi nelayan,” ujar Raenhat.

Selain itu, Perum Perindo melakukan sertifikasi On-Farm, Off-Farm, dan produk sesuai target pasar (ex: pasar ekspor eropa) agar Produk Ikan Perindo berdaya saing tinggi dan berkontribusi bagi pundi-pundi devisa negara Saat ini, Perum Perindo mengelola 6 pelabuhan perikanan dan akan menambah 4 pelabuhan lagi hingga tahun 2024. Hal ini diharapkan dapat memperluas area penangkapan ikan

Strategi baru lain yaitu mengembangkan produk hilir baru yang inovatif (lifestyle) seperti restoran ikan yang diminati wisatawan mancanegara seperti KJA Bali.

Direktur Operasional Perum Perindo itu mengatakan, dari produksi ada lini bisnis yg meningkat dari segi kuantitas dibanding tahun 2019 seperti cold storage, jasa penyediaan air, BBM , perdagangan, penangkapan ikan budidaya, pabrik pakan dan pasar ikan modern. Dua lini bisnis pabrik pakan dan pasar ikan berkontribusi sepanjang 2020 yg sebelumnya belum berkontribusi penuh pada 2019 karena memang baru beroperasi. Namun ada juga lini bisnis yg menurun seperti tambat labuh (tempat bersandar kapal) dikarenakan masih dalam proses pengkajian oleh lembaga independen untuk pengelolaannya Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai regulator dan Perikanan Indonesia sebagai Operator.

Baca juga: Perindo berencana ubah badan hukum jadi persero
Baca juga: Perum Perindo terus penuhi permintaan bahan baku ikan ke Jepang
Baca juga: Hari Ikan Nasional, Perum Perindo edukasi masyarakat budaya makan ikan

Berita terkait: