Pertama Kali Ditemukan di Wuhan, Ilmuwan Sebut Virus Corona Tak Berasal dari China

Semua bukti yang ada mengindikasikan bahwa virus corona, yang telah menginfeksi lebih dari 56 juta orang di seluruh dunia, boleh jadi pertama kali diidentifikasi di kota Wuhan, China tengah, tapi tak berasal atau dimulai dari sana. Demikian menurut salah satu ilmuwan ternama China.

“Wuhan ialah di mana virus corona pertama kali terdeteksi tapi bukan berasal dari sana,” ujar mantan kepala epidemiologi Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit China (CDC), Zeng Guang, dalam sebuah konferensi akademik online pada Kamis, dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Minggu (22/11).

Zeng adalah ahli epidemiologi senior kedua China yang mengangkat isu kontroversial ini dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala epidemiolog CDC saat ini, Wu Zunyou, mengeluarkan pernyataan yang sama pekan lalu, mengatakan patogen tersebut bisa masuk ke China melalui produk seafood atau daging beku.

Komentar itu muncul ketika tim yang dibentuk WHO menyelidiki asal-usul virus corona. Misi tersebut, yang dimulai akhir bulan lalu, dimulai dengan pertemuan online antara ilmuwan China dan tim WHO, dan diharapkan untuk memasukkan penyelidikan di lapangan pada tahap selanjutnya.

Berbicara dalam konferensi yang diselenggarakan penerbit Amerika Serikat, Cell Press dan Komisi Iptek Kota Beijing, Zeng mengutip penelitian di Italia yang memperkirakan Sars-CoV-nama resmi virus corona, menyebar di antara individu tanpa gejala di Italia berbulan-bulan sebelum kasus pertama dilaporkan di Wuhan pada Desember tahun lalu.

Penelitian itu menemukan, antibodi spesifik untuk Sars-CoV-2 terdeteksi di sampel darah yang dikumpulkan dalam skrining uji coba kanker paru-paru antara September 2019 dan Maret 2020.

Menurut penelitian yang telah ditelaah sejawat, 11,6 persen dari 959 sukarelawan yang sehat mengembangkan antibodi virus corona sebelum Februari.

Sistem Pemantauan Pneumonia

pneumonia

Pada Kamis di Milan, peneliti Italia mengatakan penelitian mereka tidak untuk memperselisihkan asal usul virus corona.

“Penemuan ini hanya mendokumentasikan bahwa epidemi di China tidak terdeteksi tepat waktu,” jelas Direktur Ilmiah Institut Kanker Nasional, Giovanni Apolone, yang juga salah satu penulis penelitian tersebut.

Dalam konferensi online itu, Zeng mengatakan virus corona pertama kali terdeteksi di Wuhan berkat adanya sistem pemantauan pneumonia yang dibangun setelah wabah SARS 17 tahun lalu.

“China telah membangun sistem pemantauan terdepan di dunia untuk melaporkan pneumonia tak dikenal sejak wabah SARS pada 2003. Kami selalu siaga tinggi,” jelasnya.

“Berkat sistem ini, kami bisa menjadi yang pertama di dunia mengidentifikasi Covid-19,” lanjutnya.

Kerjasama Internasional

China mengatakan, penelitian Italia dan penelitian lainnya menunjukkan asal usul virus adalah isu kompleks ilmiah, dan penelusuran asal usul ini sebuah proses yang terus berlangsung yang bisa melibatkan banyak negara.

“China akan terus ambil bagian dalam penelitian ilmiah global dalam menelusuri asal usul dan rute penularan virus, dan bekerja sama dengan komunitas internasional untuk berkontribusi dalam kerjasama global dalam memerangi Covid-19 dan virus lainnya,” jelas juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian pada Selasa lalu.

Berita terkait: