Perpres Nomor 60/2020 Perkuat Potensi Koridor Timur Jakarta

Kawasan koridor timur Jakarta sejak 1980 hingga 2010 sangat diperhatikan pemerintah pusat. Pembangunan infrastruktur sudah sangat pesat dilengkapi dengan sarana dan prasarana strategis seperti jalan tol, pelabuhan Patimban, bandara Kertajati, kereta cepat, kereta ringan (LRT) dan sebagainya.

Ketua Satgas Pengawasan dan Pengendalian Program Sejuta Rumah (P2PSR) Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( Kempupera ), Lucky Harry Korah, mengatakan, terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang dan Kawasan Perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur (Jabodetabekpunjur) semakin memperkuat posisi koridor timur Jakarta sebagai kawasan yang menarik perhatian masyarakat, khususnya bagi para pengembang perumahan.

“Ini semua menjadi daya tarik di koridor timur Jakarta ini, sejak dulu sudah dilihat potensinya sangat luar biasa. Setelah pandemi Covid-19, diharapkan menjadi pusat kebangkitan di Jabodetabek,” kata Lucky dalam webinar Property Talk Show 1.0, Selasa (23/2/2021).

BACA JUGA

Koridor Timur Jakarta Jadi Jantung Perekonomian Nasional

Lucky mengatakan, Perpres Nomor 60 Tahun 2020 sebagai Perpres Pengganti Nomor 54 Tahun 2008, memperkuat dan mempertegas koridor timur Jakarta mempunyai potensi untuk berkembang dari sisi ekonomi. Selanjutnya, regulasi ini juga semakin memantapkan posisi koridor timur Jakarta sebagai kawasan yang sangat menarik perhatian masyarakat dan para pengembang.

“Kawasan koridor ini membentang dari Bekasi, Cikarang hingga Karawang, begitu cepat pertumbuhannya. Berdasarkan data REI, sebanyak 47% pasokan perumahan di Jabodetabek berlokasi di koridor timur Jakarta. Di mana, 73% di antaranya merupakan perumahan untuk segmen menengah ke bawah. Pemerintah sangat peduli dengan kelas menengah ke bawah, yakni segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” bebernya.

BACA JUGA

Pasar Hunian Tapak Terus Meningkat

Untuk mendukung keberlanjutan potensi yang besar di koridor timur Jakarta ini, kata Lucky, perlu adanya sinergisitas yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah serta pengembang (swasta) dan masyarakat.

“Koridor timur Jakarta memang diproyeksi menjadi masa depan investasi Indonesia. Sebab, sejumlah industri multinasional besar berada di kawasan ini telah mengubah wajah kawasan ini menjadi lebih modern,” pungkasnya.

Berita terkait: