Perpanjangan PSBB Transisi, Pemprov DKI Akan Tingkatkan Penegakan Disiplin

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan meningkatkan pengawasan dan penegakan disiplin atas pelanggaran ketentuan-ketentuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama masa perpanjangan PSBB transisi, dari 17 Juli hingga 30 Juli 2020. Pemprov DKI mengakui bahwa salah penyebab melonjaknya kasus positif Covid-19 di Jakarta karena mengendornya kedisiplinan warga dalam menjalankan ketentuan PSBB dan protokol kesehatan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menilai bahwa sebagian warga DKI atau orang yang beraktivitas DKI, sudah tidak sepenuhnya disiplin lagi menerapkan protokol kesehatan. Warga, kata dia, euforia dengan adanya sejumlah pelonggaran aktivitas ekonomi, sosial dan keagamaan selama masa PSBB transisi sehingga mulai tidak memperhatikan protokol kesehatan.

“Memang masyarakat kita sudah jenuh, capek, kemudian juga eforia sehingga ingin keluar dan sebagian (lagi) masyarakat kita belum sepenuhnya disiplin, patuh, dan taat,” ujar Ariza-panggilan Ahmad Riza Patria usai menghadiri Kampanye Pasar Tradisional Bebas Covid-19 dan Gerakan Memakai Kantong Belanja Ramah Lingkungan (KBRL) di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan,Jumat (17/7/2020).

Apalagi, kata Ariza, pihaknya sudah menerjunkan 5.000 ASN untuk melakukan pengawasan dan penegakan disiplin dalam nenjalankan protokol kesehatan di tempat-tempat usaha yang sudah dibuka terutama rawan penyebaran Covid-19 seperti pasar dan angkutan umum. Para ASN ini dibantu oleh TNI dan Polri serta Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta.

“Sekali lagi, semuanya itu bergantung pada seluruh warga Jakarta. Kontribusi 80 persen terhadap keberhasilan ini ada pada kepatuhan, kedisiplinan, dan ketaatan warga. Untuk itu kami minta warga untuk patuh, dan disiplin,” imbuh dia.

Selain itu, Ariza juga meminta warga memiliki kontrol sosial untuk saling mengingatkan satu sama lain dalam penerapan protokol kesehatan. Bahkan, kata dia, warga tidak perlu takut untuk melaporkan ke petugas atau aparat jika ada orang atau tempat usaha yang tidak patuh menerapkan protokol kesehatan.

“Kami minta seluruh warga apabila menemukan unit kegiatan atau siapa saja yang melanggar untuk dilaporkan, bisa melalui kamera, video, sehingga nanti bisa kami tindaklanjuti. Jadi mohon kerja samanya, semua pihak untuk bantu penegakkan disiplin dan kepatuhan kita bersama,” pungkas Ariza.