Pernilaian Bank Dunia Sejalan dengan Tujuan UU Cipta Kerja

Pernyataan Bank Dunia yang menilai Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja sebagai upaya reformasi besar untuk menjadikan Indonesia lebih kompetitif di kancah perekonomian global, sejalan dengan tujuan awal penyusunan UU tersebut.

Menurut Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Indrawan, apa yang disampaikan Bank Dunia sangat positif terkait UUU Cipta Kerja, dan memang menjadi tujuan awal dari penyusunan UU Cipta Kerja.

Menurut Rully, UU Cipta Kerja mengubah atau merevisi beberapa undang-undang yang menghambat pencapaian tujuan dan penciptaan lapangan kerja.UU tersebut sekaligus sebagai instrumen dan penyederhanaan, serta peningkatan efektivitas birokrasi.

“Tujuan dari UU Cipta Kerja memang seperti yang disampaikan Bank Dunia. Adanya UU ini diharapkan bisa lebih menarik investor dalam dan luar negeri untuk berinvestasi di Indonesia, sehingga pada akhirnya dapat memperluas lapangan kerja,” kata Rully, kepada Jumat (16/10/2020).

Dia menjelaskan, UU Cipta Kerja juga memberi banyak kemudahan bagi UMKM, di mana sektor ini memiliki peranan yang sangat besar dalam menyerap tenaga kerja. Dengan adanya UU Cipta Kerja, diharapkan UMKM bisa tumbuh lebih agresif dan cepat.

“Melalui UU Cipta Kerja, pelaku UMKM dapat bertumbuh, dan juga bagi pelaku usaha baru bisa dengan mudah memulai usaha. Selain itu adanya dukungan dan fasilitasi dari pemerintah untuk meningkatkan skala ekonomi pelaku UMKM,” ujar Rully.

Seperti diketahui, Bank Dunia merespon positif kehadiran UU Cipta Kerja dan memberi pernyataan resmi mengenai UU tersebut, pada Jumat (16/10/2020).

Dalam pernyataannya, Bank Dunia menyebut UU Cipta Kerja adalah upaya reformasi besar untuk menjadikan Indonesia lebih kompetitif dan mendukung aspirasi jangka panjang Indonesia menjadi masyarakat yang sejahtera.

Bank Dunia juga menilai UU ini juga dinilainya dapat mendukung pemulihan ekonomi dan pertumbuhan jangka panjang yang tangguh di Indonesia.

“Dengan menghapus berbagai pembatasan besar pada investasi dan memberikan sinyal bahwa Indonesia terbuka untuk bisnis, hal ini dapat membantu menarik investor, menciptakan lapangan kerja, dan membantu Indonesia memerangi kemiskinan,” bunyi pernyataan resmi Bank Dunia..

Bank Dunia juga berpendapat, implementasi dari Undang-undang Cipta Kerja secara konsisten akan sangat penting, dan akan memerlukan peraturan pelaksanaan yang kuat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta upaya bersama Pemerintah Indonesia dan pemangku kepentingan lainnya.

Terkait dengan itu, Bank Dunia berkomitmen untuk bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam reformasi-reformasi ini, menuju pemulihan ekonomi dan masa depan yang lebih baik untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Berita terkait: