Perkuat Kerja Sama Bilateral, Tiga Menteri RI Kunjungi Tiongkok

– Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi , bersama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Menteri BUMN Erick Thohir telah melakukan kunjungan ke Tiongkok pada 1-3 April 2021. Kunjungan itu untuk memperkuat kerja sama bilateral dan membahas berbagai isu yang menjadi kepentingan bersama, termasuk kerja sama vaksin, peningkatan perdagangan dan investasi, serta kekonsuleran.

Dalam siaran pers KBRI Tiongkok yang diterima di Jakarta, Selasa (6/4/2021) disebutkan, selama berada di Tiongkok, para menteri telah melakukan pertemuan bersama dengan Menlu RRT Wang Yi dan pimpinan Provinsi Fujian. Mereka juga melakukan pertemuan dengan masing-masing pimpinan kementerian/lembaga di Tiongkok yang merupakan mitra kerja masing-masing menteri. Para menteri juga bertemu pimpinan berbagai perusahaan Tiongkok yang sudah memiliki kerja sama dengan Indonesia dan berminat mengembangkan bisnisnya di Tanah Air.

BACA JUGA

Dubes Djauhari Oratmangun Tindak Lanjuti Kesepakatan 3 Menteri dengan Tiongkok

Salah satu isu utama yang diangkat dalam kunjungan para menteri ke Tiongkok adalah kerja sama pengadaan vaksin Covid-19 maupun potensi pengembangan kerja sama antara perusahaan vaksin Tiongkok dengan perusahaan lokal di Indonesia. Ini tidak hanya untuk membantu Indonesia dalam penyediaan vaksin mandiri namun juga mendukung Indonesia menjadi regional hub untuk produksi vaksin di kawasan.

Mengingat urgensi penyediaan vaksin di Indonesia, Menlu Retno Marsudi menekankan pentingnya perusahaan-perusahaan vaksin Tiongkok yang telah menandatangani komitmen dengan Indonesia untuk segera memenuhi jadwal penyediaan vaksin yang telah disepakati bersama.

Menlu Retno juga menggunakan kesempatan kunjungan tersebut untuk menyampaikan apresiasi atas bantuan Pemerintah RRT selama ini dalam isu pemulangan ABK Indonesia. Diharapkan, Pemerintah RRT dapat selalu memfasilitasi penyelesaian isu ABK Indonesia dan mengusulkan pembentukan kerja sama bilateral yang khusus mengatur penempatan seluruh ABK Indonesia.

Selain itu, Menlu Retno mengharapkan dukungan Pemerintah RRT untuk dapat memfasilitasi kembalinya para pelajar Indonesia ke tempat studi masing-masing di Tiongkok, mengingat perkuliahan dan sekolah di Tiongkok telah kembali normal sejak akhir 2020.

BACA JUGA

Erick Thohir Bahas Kerja Sama Baterai Kendaraan Listrik dengan Tiongkok

Tiongkok sebagai investor asing kedua terbesar di Indonesia memiliki sejumlah potensi perluasan kerja sama bisnis dengan Indonesia. Dalam hal ini, Menteri BUMN Erick Thohir juga telah mengoptimalkan kunjungan ke Tiongkok untuk bertemu dengan perusahaan industri baterai listrik CBL maupun perusahaan pembangun kilang smelter grade alumina (SGA) Chalieco, yang telah memiliki investasi di Indonesia dan berminat untuk memperluas investasinya ke kota-kota lain di Indonesia.

CBL, yang merupakan platform perusahaan CATL (Contemporary Amperex Technology Co Ltd) di Indonesia, merencanakan investasi untuk mengembangkan rantai industri baterai di Indonesia yang diawali dari pengolahan bahan baku nikel, pembangunan charging station, sampai dengan manufaktur kendaraan listrik. Menteri BUMN menegaskan dukungan Pemerintah Indonesia bagi kelangsungan investasi perusahaan di Indonesia.

Sebagai salah satu agenda pokok kunjungan di Tiongkok, Menteri BUMN juga telah bertemu dengan Vice Chairman State-Owned Assets Supervision and Administration Commission (SASAC) RRT untuk membahas kerja sama antara BUMN Indonesia dan Tiongkok. Kerja sama itu, antara lain melalui pembentukan platform kerja sama konkret dan saling menguntungkan bagi BUMN kedua negara untuk lebih mengembangkan potensi BUMN sebagai bagian dari reformasi dan transformasi BUMN. SASAC juga akan memfasilitasi BUMN Indonesia untuk mencarikan mitra lokal di Tiongkok yang berminat untuk berinvestasi di Indonesia.

BACA JUGA

Indonesia Minta Tiongkok Kirim Vaksin Covid-19 Sesuai Komitmen

Terkait perdagangan, dari hasil pertemuan antara Mendag M Lutfi dengan berbagai perusahaan Tiongkok yang bergerak pada produk pertanian dan furnitur, telah dihasilkan komitmen impor dari Indonesia sebesar US$ 1,38 miliar atau Rp 20,04 triliun. Realisasi komitmen tersebut diharapkan dapat berkontribusi signifikan untuk lebih memperbaiki neraca dagang Indonesia dan Tiongkok. Mendag dan Menteri BUMN juga telah menerima rencana investasi Shandong Timber and Wood Association sebesar US$ 1,35 miliar atau Rp 19,6 triliun di kawasan industri di Indonesia.

Dubes Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, yang mendampingi selama kunjungan para menteri mengatakan, seluruh kesepakatan dan komitmen yang dicapai itu akan segera ditindaklanjuti. “Sebagai mitra dagang dan investor utama bagi Indonesia, realisasi peningkatan kerja sama dengan Tiongkok akan berkontribusi penting dalam pemulihan ekonomi di Indonesia,” ujar Dubes Djauhari.

Kunjungan para menteri ke Tiongkok dilaksanakan di Kota Wuyishan, Provinsi Fujian. Sebagai provinsi yang menjadi salah satu pintu masuk komoditas ekspor Indonesia ke RRT, Fujian memiliki potensi kerja sama ekonomi dan bisnis dengan Indonesia.

Pada Januari 2021, sebagai salah satu hasil kunjungan kerja Menlu RRT Wang Yi ke Indonesia, Indonesia dan Tiongkok telah menandatangani Nota Kesepahaman “Two Countries Twin Parks”. Ini merupakan kesepakatan kerja sama antara Fuqing Yuanhong Industrial Park (yang terletak di Provinsi Fujian) dengan tiga mitra kawasan industri di Batang, Bintan, dan Aviarna Semarang. Kerja sama dalam kerangka Belt and Road Initiative tersebut diharapkan dapat menjadi green channel untuk lebih mempromosikan promosi perdagangan dan investasi kedua negara.

Berita terkait: