Perhatian, Ini Sasaran Operasi Patuh Jaya

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya , telah siap menggelar Operasi Patuh Jaya, di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya, selama 14 hari mulai tanggal 23 Juli hingga 5 Agustus 2020 mendatang. Pelanggaran yang menjadi sasaran khusus diantaranya melawan arus, melanggar marka jalan, hingga tidak pakai helm Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Satu melawan arus lalu lintas, kedua melanggar marka stop line , ketiga penumpang dan pengemudi tidak menggunakan helm SNI, keempat melintas bahu jalan tol, kelima menggunakan rotator dan sirene tidak sesuai ketentuan. Lima poin itu yang jadi sasaran khusus,” ujar Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar, Rabu (22/7/2020).

Fahri menyampaikan, polisi tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan Operasi Patuh Jaya.

‘Tetap kita mematuhi protokol kesehatan. Jadi untuk Operasi Patuh Jaya 2020 ini sebenarnya tujuannya ada dua ya. Tujuan pertama meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib lalu lintas. Kedua ialah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Jadi kita juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

Petugas, tambahnya, juga diminta untuk mematuhi protokol kesehatan dengan tidak melakukan penindakan razia secara stationer, tetapi dengan cara mobile atau hunting sistem.

“Misalnya dari Jalan Hasyim Ashari pindah ke Daan Mogot. Jadi ada perpindahan secara mobile . Kedua kelengkapan anggota juga dari sarung tangan dan masker juga dipakai. Jadi yang berbeda itu pindah ya, hunting . Itu tidak bisa dihitung berapa lamanya ya (durasinya). Kan itu mobile kalau sudah dirasa berkurang pelanggarannya akan pindah lagi. Jadi akan mencari yang sekiranya akan banyak pelanggaran,” jelasnya.

Menyoal apabila menemukan pengendara tidak menggunakan masker apakah akan ditilang, Fahri menegaskan, polisi akan memberikan tindakan teguran.

“Kalau kita akan melakukan teguran lisan dan teguran secara tertulis. Teguran secara tertulisnya itu dengan cara memberikan teguran pelanggaran PSBB tertulis itu. Kan kita sudah pernah melakukan itu pada masa pandemi. Jadi polisi melakukan penindakan teguran dengan menggunakan blanko teguran pelanggaran PSBB. Karena tindakan yang berupa sanksi itu sudah diatur oleh Pergub Nomor 41 Tahun 2020 tentang pengenaan sanksi bagi pelanggaran PSBB. Itu ada sendiri ya,” ucapnya.

Fahri menyebutkan, personel yang dikerahkan dalam Operasi Patuh Jaya 2020 berjumlah 1.807 personel gabungan bersama TNI, Dishub dan Satpol PP. Setiap titik razia jumlah personel tidak lebih dari 15 petugas. “Tidak lebih 15 petugas ya. Karena 15 itu kan jaga jarak ya. Misalnya di perempatan satu di ujung, satunya di ujung,” tandasnya.

Berita terkait: