Perguruan tinggi ikut cetak wirausaha bidang ekraf dan digital

Kami juga mendorong para mahasiswa yang akan magang/praktik industri di perusahaan-perusahaan yang telah menjalin kerja sama dengan Polimedia baik dari BUMN, BUMD, maupun perusahaan swasta nasional Jakarta – Perguruan tinggi Polimedia Jakarta menyatakan siap mendukung pencetakan wirausaha baru di bidang ekonomi kreatif dan digital untuk mengejar target rasio jumlah wirausaha di tanah air agar mencapai angka yang lebih ideal.

Direktur Polimedia Dr. Purnomo Ananto dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan pihaknya siap mendukung pemerintah mencetak sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif dan digital.

“Kebutuhan SDM di industri kreatif dan digital semakin besar seiring waktu maka kami pun menerapkan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka sekaligus menyempurnakan kurikulum bersama mitra industri,” kata Purnomo.

Pihaknya pun menggelar pelatihan-pelatihan bagi dosen, tenaga pranata laboratorium pendidikan, maupun tenaga kependidikan untuk meningkatkan kompetensi.

Di samping itu, pihaknya juga terus menambah sarana prasarana pendukung pembelajaran berupa laboratorium komputer, peralatan mesin, studio, dan bengkel yang digunakan untuk praktik mahasiswa.

“Kami juga mendorong para mahasiswa yang akan magang/praktik industri di perusahaan-perusahaan yang telah menjalin kerja sama dengan Polimedia baik dari BUMN, BUMD, maupun perusahaan swasta nasional,” katanya.

Kampus tersebut fokus mencetak lulusan yang memiliki kompetensi di bidang industri kreatif dan digital mengingat Indonesia memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan industri kreatif.

“Subsektor fashion, kriya, dan kuliner paling menguasai dengan perolehan sekitar 97 persen dari total usaha di bidang industri kreatif selanjutnya subsektor games, musik dan film juga mengalami peningkatan yang cukup baik,” katanya.

Salah satu kolaborasi yang dianggap paling potensial dan memiliki dampak sosial besar adalah startup atau perusahaan rintisan di bidang ekonomi kreatif dan digital.

Pihaknya menggandeng lebih 200 mitra baik dengan dari dalam maupun luar negeri untuk mendukung SDM semakin kompeten di bidang industri kreatif dan digital.

Baca juga: Industri animasi Indonesia minim SDM berkualitas
Baca juga: Sektor ekonomi kreatif melesat dengan SDM berdaya saing tinggi
Baca juga: Bekraf: Lembaga Manajemen Talenta jembatani pendidikan dan industri

Berita terkait: