Pergub Covid-19 Diberlakukan di Jambi, Razia Masker Diintensifkan

Operasi yustisi untuk mendisiplinkan warga masyarakat melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 di seluruh kota dan kabupaten di Provinsi Jambi diintensifkan, menyusul diberlakukannyaPeraturan Gubernur (Pergub) Jambi Nomor 35 tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19. Operasi yustisi tersebut ditandai dengan pelaksanaan razia masker secara intensif di jalan raya, pasar tradisional dan tempat keramaian lainnya.

“Razia masker di Kota Jambi dan di seluruh kabupaten di Provinsi Jambi pekan ini dilakukan setiap hari. Razia masker tersebut digelar rutin sebagai tindak lanjut keluarnya Peraturan Gubernur (Pergub) Jambi Nomor 35 tahun 2020,” kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah di Jambi, Kamis (17/9/2020).

Menurut Johansyah, sesuai dengan pergub tersebut, setiap orang yang melanggar protokoler kesehatan Covid-19, termasuk tidak pakai masker di ruang publik akan dikenakan sanksi administrasi, denda materi atau uang dan sanksi daya paksa kepolisian.

Dijelaskan, sanksi administrasi yang diberikan kepada setiap orang yang tidak memakai masker di ruang publik atau tempat umum dikenakn teguran lisan dan tertulis, penahanan sementara kartu indentitas penduduk (KTP) dan denda Rp 50.000/orang. Sedangkan untuk perusahaan swasta yang mengabaikan protokoler kesehatan Covid-19 akan dikenakan sanksi penutupan sementara kegiatan usaha, pencabutan izin usaha dan denda jutaan rupiah.

“Kemudian sanksi daya paksa polisian, yaitu mewajibkan orang yang terjaring razia masker membersihkan fasilitas umum, menyanyikan lagu-lagu nasional, melakukan push-up dan berjanji tidak akan melanggar protokol kesehatan Covid-19,”ujarnya.

BACA JUGA

Penularan Covid-19 dari Klaster Keluarga Meningkat di Jambi

Secara terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemprov Jambi, A Pani Saharuddin mengatakan, operasi yustisi (razia masker) yang dilakukan di Kota Jambi dan beberapa kabupaten sepekan terakhir menjaring hingga 200 orang yang tidak memakai masker. Para pelanggar protokoler kesehatan tersebut berasal dari berbagai kalangan, termasuk dari tenaga pendidik dan aparatur sipil negara (ASN).

“Kami memberikan sanksi tegas terhadap setiap orang yang tidak menggunakan masker, yakni denda Rp 50.000/orang, membersihkan fasilitas umum seperti menyapu jalan dan push-up 10 kali. Hal ini kami lakukan member pelajaran kepada warga agar sadar bahaya penularan Covid-19 jika tidak memakai masker di luar rumah,”katanya.

Dijelaskan, pihaknya masih terus melakukan pemantauan kedisiplinan masyarakat melaksanakan protokoler kesehatan Covid-19, khususnya penggunaan masker. Pemantauan tidak hanya dilakukan di pasar tradisonal dan jalan raya, tetapi juga di tempat-tempat wisata, perkantoran, sekolah, kegiatan sosial budaya, kegiatan transportasi dan kegiatan keagamaan.

BACA JUGA

Klaster Perkantoran di Jambi Terus Bertambah