Perempuan Tanah Jahanam Menyabet Best Asian Film

Kualitas karya dari sineas Indonesia semakin diakui oleh dunia internasional. Buktinya, film besutan Joko Anwar, Perempuan Tanah Jahanam , mengukir prestasi di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2020 dan memenangkan Méliès International Festivals Federation (MIFF) Award untuk  Best Asian Film .

“Selamat buat semua kru dan pemain. Terima kasih teman-teman dukungannya,” tulis Joko Anwar dalam unggahannya di Instagram, belum lama ini.

Catatan lain, setelah menyerap 1,7 juta penonton lebih di Tanah Air, Perempuan Tanah Jahanam didistribusikan ke Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Hong Kong, Makau, Laos, Kamboja, dan Myanmar.

“Ada minat besar dari industri internasional. Kami mendapat banyak permintaan untuk menayangkan Perempuan Tanah Jahanam di banyak festival mancanegara,” kata produser Base Entertainment, Shanty Harmayn, dengan rasa bangga.

Apresiasi tidak hanya terdengar di regional Asia saja, dengan menggunakan judul internasional Impetigore untuk Perempuan Tanah Jahanam juga menjadi satu-satunya film Asia yang diputar di program bergengsi Midnight. Tak menyangka, Impetigore diserbu penonton dan kebanjiran pujian.

Seperti diketahui, program bergengsi Minight milik Sundance Internasional Film Festival pernah melahirkan sejumlah horor kelas dunia seperti Hereditary (2018) dan The Babadook (2014).

Film Perempuan Tanah Jahanam ini berkisah tentang seorang perempuan bernama Maya (Tara Basro) yang bersama sahabatnya Dini (Marissa Anita) selalu gagal untuk mengadu nasib di kota besar.

Sebelumnya Maya bekerja sebagai penjaga tol dan dia mendapat teror dari seorang laki-laki yang ingin membunuhnya. Hingga saat Maya mendapat informasi bahwa dia memiliki harta warisan dari orang tuanya di kampung asalnya, Maya dan Dini memutuskan untuk pergi ke sana. Ternyata banyak bahaya telah menanti mereka di desa yang konon mendapat banyak kutukan makhluk halus.

Berita terkait: