Penularan Covid-19 dari Klaster Keluarga Meningkat di Jambi

Penularan Covid-19 dari klaster keluarga di Kota Jambi terus meningkat akibat minimnya disiplin masyarakat dalan mematuhi protokoler kesehatan.

Meningkatnya kasus Covid-19 dari klaster keluarga tersebut ditandai dengan bertambahnya 14 orang pasien baru positif Covid-19 di mana 10 orang di antaranya diduga tertukar dari anggota keluarga mereka yang telah lebih dulu dinyatakan positif Covid-19.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah di Jambi mengatakan, Kamis (17/9/2020), dari 14 kasus baru positif Covid-19 di Provinsi Jambi, semuanya berasal dari Kota Jambi. Sebanyak 10 orang pasien baru positif Covid-19 di Kota Jambi tersebut memiliki riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 dari anggota keluarga mereka.

“Sebanyak 10 orang pasien baru positif Covid-19 dari Kota Jambi tersebut terinfeksi Covid-19 dari anggota keluarga mereka yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19. Kemudian dua orang pasien terinfeksi Covid-19 setelah kembali dari Jakarta dan dua orang pasien diduga terinfeksi Covid-19 dari kontak dengan orang lain,”katanya.

BACA JUGA

Wali Kota Jambi Diduga Terpapar Covid-19 di Jakarta

Dijelaskan, meningkatnya kasus Covid-19 klaster keluarga di Kota Jambi tersebut dipengaruhi kontak erat dengan pasien positif Covid-19 dan kurang disiplin melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 seperti cuci tangan dan jaga jarak.

Menurut Johansyah, dengan bertambahnya 14 kasus positif Covid-19 di Kota Jambi, maka total kasus positif Covid-19 di daerah itu sudah mencapai 345 kasus. Kasus pasien positif Covid-19 yang sembuh sebanyak 241 orang, kasus meninggal tujuh orang dan pasien positif Covid-19 yang masih dirawat sebanyak 97 orang.

“Sedangkan kasus positif Covid-19 di Kota Jambi hingga Kamis (17/9) sebanyak 29 orang, sembuh 76 orang dan meninggal dua orang. Salah satu pasien positif Covid-19 asal Kota Jambi, yakni Wali Kota Jambi, Syarif Fasha. Syarif Fasha hingga Kamis masih dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta,”ujarnya.

Johansyah lebih lanjut mengatakan, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kerinci masih terus melakukan tracking (penelusuran) terhadap orang-orang yang kontak dengan Bn (49), seorang kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kerinci. Bn dinyatakan positif Covid-19 setelah kontak dengan isterinya yang positif Covid-19 atau pasien 307.

BACA JUGA

Uji Swab karena Suami Positif, Istri Wali Kota Jambi Negatif Covid-19