Penjualan Daring, Penampungan Hewan Kurban Berkurang

Penjualan hewan kurban secara daring diduga menjadi pemicu berkurangnya lokasi penampungan hewan kurban secara signifikan di Jakarta Pusat (Jakpus) pada H-7 Iduladha 1441 Hijriah.

“Selain karena pandemi Covid-19, bisa jadi penjual hewan kurbannya tidak lagi buka lapak, karena sudah menjual secara daring,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Suku Dinas (Kasudin) Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Pusat, Suharini Eliawati saat dihubungi, di Jakarta, Jumat (24/7/2020).

Suharini mengatakan, dari 37 titik penampungan hewan kurban di Jakarta Pusat, rata-rata hewan yang sudah ditampung dan dipesan sebelumnya.

“Karena masa Covid-19 ini, ternyata sebagian besar dari hewan yang dikirim ke Jakarta Pusat itu sudah by order, yang artinya memang dikirim karena sudah ada pemesannya,” kata Suharini.

Oleh karena itu, Suharini mengatakan, masih sangat memungkinkan terjadi penambahan jumlah hewan kurban yang masuk ke wilayah Jakpus dalam beberapa hari menjelang Iduladha.

“Masih bisa bertambah terus jumlahnya (hewan kurban). Nanti pada 31 Juli, baru bisa tahu jumlah hewan yang masuk dan dipotong di Jakarta Pusat,” kata Suharini.

Hingga Jumat (24/7/2020) tercatat ada sekitar 1.600 hewan kurban yang masuk ke wilayah Jakpus dan seluruhnya sudah menjalani pemeriksaan dari Suku Dinas KPKP Jakpus.

Seperti diketahui, seminggu jelang perayaan Iduladha, hanya ada 37 titik penampungan hewan kurban di Jakpus.

Angka tersebut menunjukkan penurunan signifikan dari jumlah titik penampungan hewan kurban jika dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 155 pada masa H-7 sebelum Iduladha.

Berita terkait: