Penjual

Polri telah menetapkan Muchsin Kamal alias Imam Muda, selaku penjual senjata airgun kepada penyerang Mabes Polri , Zakiah Aini , sebagai tersangka kepemilikan senjata api.

“Sudah jadi tersangka, namun tersangka yang diterapkan adalah kasus kepemilikan atau penjualan senpi ilegal,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan, Rabu (7/4/2021).

Dikatakan Ahmad, Muchsin disangka melanggar Pasal 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 soal kepemilikan dan penjualan senjata api ilegal itu.

BACA JUGA

Polri Pastikan Pistol yang Digunakan Zakiah Aini Jenis Airgun

Penyidik Densus 88 Antiteror, saat ini masih mendalami apakah yang bersangkutan juga terkait dengan tindak pidana terorisme.

“Terus mendalami apakah nanti memenuhi unsur dalam undang-undang terorisme. Penyidiknya yang menangani adalah penyidik Densus,” ungkapnya.

BACA JUGA

Ketua Umum PB Perbakin: Zakiah Aini Bukan Anggota

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri menangkap Muchsin yang menjual senjata airgun kepada Zakiah, di Syiah Kuala, Banda Aceh, Nangroe Aceh Darusalam, Sabtu (3/4/2021) kemarin.

Diketahui, Zakiah melakukan aksi teror menyerang Mabes Polri menggunakan senjata airgun kaliber 4,5 milimeter yang dibeli dari Muchsin, pada Rabu (31/3/2021) lalu. Dia sempat melepaskan enam kali tembakan sebelum akhirnya ambruk ditembak petugas.

Berita terkait: