Pengunjung Pasar Tanah Abang Membludak, PDIP Anggap Ada Kelalaian Tanggung Jawab

Pusat grosir terbesar di Jakarta , Pasar Tanah Abang menjadi langganan keramaian jelang lebaran. Pada Minggu (2/5), terpantau pengunjung pasar Tanah Abang membludak. Bahkan, Satpol PP menindak tegas para pedagang kaki lima yang tidak tertib.

Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak menilai kondisi tersebut terjadi akibat adanya kelalaian pihak terkait dalam menjalankan tugasnya. Sebab, keramaian di Pasar Tanah Abang sudah terjadi beberapa hari.

“Saya lihat ada yang lalai dengan tugasnya dan harus ada yang bertanggungjawab,” ucap Gilbert, Senin (3/5).

Politikus PDIP itu berujar bahwa selama ini protokol kesehatan di Pasar Tanah Abang cenderung longgar. Hal ini ditandai dengan tidak adanya pembatasan kapasitas parkir kendaraan, tidak ada batasan jumlah pengunjung.

Selain itu, Pemprov DKI terkesan lamban dalam mengantisipasi lonjakan pengunjung Tanah Abang. Sedianya, pihak manajemen Pasar Tanah Abang menyampaikan informasi secara berkala jumlah pengunjung pasar per hari.

“Saya kira protokol tidak jalan, parkiran dibuka semua, pengunjung tidak dibatasi, laporan tidak ada bahwa terjadi eskalasi dan lain-lain,” ucap Gilbert.

Untuk itu, Gilbert mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar lebih aktif mengingatkan warganya untuk disiplin memakai masker. Ia khawatir, kerumunan di Pasar Tanah Abang akan berdampak buruk di masa akan datang, mengingat mutasi varian baru dari Covid memiliki tingkat penularan lebih cepat.

“Tidak ada kerumunan yang tidak disertai kenaikan kasus, penyebaran selalu disertai pergerakan manusia,” tandasnya.

Sebelumnya, Anies mengaku tidak memprediksi bila pengunjung Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat akan membludak pada Sabtu (1/5/2021).

“Kita sama sekali tidak terprediksi kemarin muncul angka dua kali lipat dari biasanya,” kata Anies di Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Minggu (2/5).

Karena hal itu, dia menyatakan sebanyak 750 personel membantu Perumda Pasar Jaya untuk bisa mengendalikan pergerakan di Pasar Tanah Abang. Yakni mulai memastikan pengunjung menggunakan masker hingga protokol kesehatan lainnya.

“Jadi 250 dari Satpol PP, 250 dari Polda, 250 dari Kodam, siang hari ini mereka akan berada di lapangan bekerja untuk memastikan bahwa jumlah warga yang datang ke pasar,” ucapnya.

Selain itu mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga mengimbau agar pengunjung juga dapat menyadari mengenai prokes yang ada. Salah satunya terkait pembatasan kapasitas pengunjung.

“Seperti anjuran kita selalu, kalau datang ke sebuah tempat nampak sudah penuh, jangan masuk. Nampak sudah lebih dari 50 persen, jangan masuk. Jadi, satu sisi disiapkan petugas untuk mengawasi, di sisi lain mari kita sadar jangan sampai ini media penularan,” papar dia.

Berita terkait: