Penggagas Pasar Muamalah Ditahan Hingga 3 April

Mabes Polri memerpanjang penahanan penggagas Pasar Muamalah Depok Zaim Saidi (ZS) mulai tanggal 23 Februari sampai dengan 3 April 2021.

“Perpanjangan penahanan dari kejaksaan dalam hal ini Jaksa Penuntut Umum dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum telah mengeluarkan surat perpanjangan penahanan terhadap tersangka ZS selama 40 hari ke depan,” kata Kabag Penum Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri Senin (22/2/2021).

Tersangka ditempatkan di rutan Salemba cabang Bareskrim Polri dan surat perpanjangan penahanan sudah ditandatangani oleh JPU.

BACA JUGA

Minta Maaf, Penggagas Pasar Muamalah Optimistis Ditangguhkan Polisi

“Besok surat tersebut akan diberikan tembusan selain kepada penyidik juga kepada tersangka, penasihat hukumnya, kemudian kepada keluarga tersangka, dan tentunya kepada kepala rutan di Bareskrim,” urainya.

Seperti diberitakan Zaim berstatus tersangka dan ditahan buntut dari Pasar Muamalah yang menggunakan dirham dan dinar yang ia gagas.

Penyidik menggunakan konstruksi Pasal 9 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana yang ancamannya 15 tahun—sehingga tersangka dapat ditahan.

Selain itu juncto Pasal 33 UU nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang. Ancamannya 1 tahun dan denda Rp 200 juta.

Zaim telah menggelar pasar yang melakukan transaksi jual beli menggunakan dinar dan dirham itu sejak 2014.

Pasar muamalah yang terletak di Jalan Raya Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat itu sebelumnya ramai diperbincangkan warganet di media sosial.

Sebab, transaksi jual beli di pasar tersebut bukan menggunakan mata uang rupiah, melainkan koin dinar dan dirham yang dicetak oleh tersangka. Pasar tersebut juga mengenal barter.

BACA JUGA

Penggagas Pasar Muamalah Depok Diciduk Bareskrim

Jumlah pedagang di pasar yang berdiri di lahan milik Zaim itu antara 10 sampai 15 pedagang. Barang yang dijual sembako, makanan, minuman, dan pakaian. Pasar buka dua pekan sekali, jam 10.00 sampai 12.00.

Tersangka menyediakan koin dinar dan dirham. Ia memesan koin itu dari PT Antam dan sejumlah kesultanan dan menentukan harga koin itu berdasar harga emas dan perak yang dilansir di Antam ditambah 2,5 persen sebagai margin.

Belakangan ditemukan pasar sejenis di Indonesia. Pasar-pasar itu telah dilarang beroperasi.

BACA JUGA

Ambil Margin dari Pasar Muamalah, Zaim Saidi Diancam 1 Tahun

Berita terkait: