Pengacara Djoko Dicegah ke Luar Negeri

Mabes Polri mencegah pengacara Djoko Soegianto Tjandra, Anita Dewi Anggraeni Kolopaking, dalam rangkaian kasus mantan Kakorwas PPNS Bareskrim Brigjen Prasetijo Utomo.

“Pada 22 Juli 2020, Tim Khusus Bareskrim mengirim surat ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Soekarno-Hatta terkait pencegahan keluar negeri atas nama Anita Dewi Anggraeni Kolopaking,” kata Kadiv HumasIrjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jumat (24/7/2020).

Pemintaan pencegahan tersebut bernomor B/3022/VII/2020/Dittipidum tertanggal 22 Juli 2020 yang ditandatangani Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo.

Alasannya penyidik sedang melaksanakan penyidikan dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan seorang pejabat dengan sengaja membiarkan orang yang dirampas kemerdekaannya melarikan diri yang dijeratkan ke Prasetijo.

Pencegahan keluar negeri Anita berlaku selama 20 hari sejak 22 Juli 2020. Sejak Rabu dan Kamis (21-22/7) kemarin Anita juga diperiksa polisi.

Seperti diberitakan Djoko Tjandra  pergi setelah sukses “mengobrak-abrik” dan memberi dosa bagi Polri. Bayangkan saja dicari sejak 2019 oleh Kejaksaan Agung namun Djoko dengan leluasa keluar masuk ke Indonesia.

Semasa di Indonesia, Djoko mengurus KTP-Paspor, dan mendapatkan dua surat sakti dari mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Kakorwas) PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo.

Untuk memuluskan pelarian Djoko Tjandra . Prasetijo bahkan sampai hati mengkhianati sumpahnya. Ia mengawal Djoko terbang ke Pontianak bersama dengan Anita.

Saat ini Prasetijo sudah diproses oleh Provost untuk pelanggaran kode etik dan profesi. Kabareskrim Komjen Listyo Sigit mengancam Prasetijo, yang merupakan rekannya sesama Akpol 91, untuk dipidana.

Berita terkait: