Pemprov Jateng Gandeng Mbizmarket Luncurkan Blangkon Jateng

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ( Pemprov Jateng ) berkolaborasi dengan Mbiz dalam memanfaatkan platform perdagangan elektonik B2B ( business to business e-commerce ) Mbizmarket melalui program Blankon Jateng (Jawa Tengah Belanja Toko Online) untuk pengadaan barang dan jasa, dengan nilai belanja maksimal hingga Rp 50 juta per transaksi.

Pemanfaatan platform B2B e-commerc e ini merupakan standar prosedur di lingkungan pemerintah, untuk memenuhi kebutuhan barang/jasa pemerintah, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

“Kami sangat senang dan bangga terpilih untuk mendukung Pemprov Jateng untuk melakukan transformasi digital pengadaan barang/jasa di lingkungan pemerintah,” kata CEO Mbiz, Rizal Paramarta, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/2/2021).

BACA JUGA

Logistik Jadi Tantangan Terbesar UMKM Indonesia

Rizal menjelaskan, selain menghadirkan infrastruktur teknis untuk dukungan transaksi pemerintah dalam pengadaan barang dan jasa, Mbiz berharap dapat membantu pertumbuhan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Jawa Tengah, dengan membuka jaringan pasar secara nasional.

“Kami juga berharap juga dapat membantu mendukung penyaluran modal ke berbagai UMKM di Jawa Tengah melalui fitur layanan pinjaman yang ada di platform Mbizmarket, yang sudah dinikmati manfaatnya oleh banyak UMKM sejak tahun lalu,” jelasnya.

Rizal menambahkan, selama masa pandemi, Mbiz dan Mbizmarket mengalami pertumbuhan bisnis yang signifikan, dan mencatat kinerja penjualan dua kali lipat dibanding tahun 2019. Kenaikan angka penjualan tersebut didorong dari keberhasilan Mbiz dalam memenuhi kebutuhan alat kesehatan dari berbagai perusahaan swasta dan juga pemerintah provinsi daerah.

“Tentunya, kerja sama Mbizmarket dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini diharapkan dapat direplikasi oleh pemerintah provinsi lain di tanah air,” tambah Rizal.

BACA JUGA

Digitalisasi Mengubah Habit dan Cara Komunikasi Brand

Sementara itu, Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa Setda Provinsi Jawa Tengah, Ir Yuni Astuti MA, mengungkapkan, Blangkon Jateng merupakan internalisasi perubahan budaya kerja menuju digitalisasi pengadaan barang/jasa, dengan tujuan memberikan kemudahan dan perluasan usaha kepada usaha kecil mikro dan koperasi dalam pasar pengadaan barang/jasa pemerintah.

“Blangkon Jateng juga diharapkan mendorong UMK Go Digital , menjadikan pengadaan lebih inklusif, meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri, memanfaatkan marketplace dalam Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (PBJP), dan yang tidak kalah penting meningkatkan transparansi dan akuntabilitas PBJP,” ungkapnya.

Menurut Yuni, kabupaten/kota di Jawa Tengah juga diharapkan dapat melakukan digitalisasi pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp 50 juta per transaksi melalui marketplace .

“Kami mengapresiasi kerja sama pemanfaatan platform e-marketplace Mbizmarket dalam upaya mendorong pengadaan barang/jasa pemerintah ke depan melalui digitalisasi untuk mewujudkan pengadaan barang jasa yang mudah, cepat efisien dan akuntabel,” imbuhnya.

BACA JUGA

Pemprov Jatim Gandeng Mbizmarket Luncurkan Jatim Bejo

Selanjutnya, tambah Yuni, platform e-marketplace Mbizmarket diharapkan dapat menjadi solusi berbagai hambatan proses pengadaan barang/jasa pemerintah selama ini. “Tujuannya, untuk mengurangi kerja adminsitratif yang kurang produktif dan mewujudkan visi Menuju Jawa Tengah Sejahtera dan Berdikari,” tandasnya.

Berita terkait: