Pemprov DKI: Total Denda Pelanggaran Masker Mencapai Rp2,4 Milliar

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Arifin menyatakan pihaknya mencatat sebanyak 164 ribu orang terkena sanksi akibat tidak menggunakan masker saat pelaksanaan PSBB.

Kata dia, untuk pemberian sanksi pelanggaran tersebut berdasarkan Pergub Nomor 79 tahin 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Dalam Pergub tersebut disebutkan setiap warga yang tidak mengenakan masker dapat dikenakan sanksi denda maksimal Rp250.000 atau sanksi kerja sosial mininal satu jam.

“Sanksi denda Rp 2,4 miliar. Bahwa pembayaran sanksi denda tidak bayar di tempat dibayar nomor rekening yang telah ditunjukkan menjadi penerimaan daerah,” kata Arifin dalam diskusi virtual, Kamis (17/9).

Saat ini dia menyatakan pihaknya bersama Kepolisian dan TNI terus melakukan pengawasan kepada masyarakat terkait protokol kesehatan. Arifin mengatakan masyarakat masih banyak yang tidak menggunakan masker dengan benar.

“Mengingatkan edukasi penggunakan masker yang benar, ada yang hanya pakai di mulut hingga dagu, bawah dagu, tidak ada manfaat nya,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan bahwa Ibu Kota kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan aturan yang sama saat awal pemberlakuan sebelumnya.

“Izin operasi non esensial yang dulu dapat akan dievaluasi, agar pengendalian kegiatan sosial maupun usaha tidak menyebabkan penularan. Hiburan akan ditutup. Usaha makan rumah makan diperbolehkan tetap beroperasi, tetapi tidak boleh pengunjung makan di lokasi,” tutur Anies.

“Restoran cafe boleh beroperasi, tapi tidak diperbolehkan untuk menerima pengunjung makan di lokasi,” tegas Anies.

Artinya, lanjut Anies, bagi pengunjung restoran atau kafe hanya diperbolehkan memesan menu dengan membawa pulang, atau take away. “Jadi pesanan diambil, pesanan diantar, tapi tidak makan di lokasi,” jelas dia.

Kebijakan untuk melarang dine-in resto, menurut Anies, berdasarkan kajian yang ditemukan bahwa makan di restoran dan kafe menjadi salah satu penyebab penularan virus corona.

Reporter: Ika Defianti [ray]

Baca juga:
Jakarta Terapkan PSBB, Pasar Properti Diprediksi Kembali Anjlok
Suasana Mal Selama Pengetatan PSBB Jakarta
JK: Keberhasilan PSBB Tergantung Disiplin Masyarakat dan Sanksi Pemerintah
Petugas Gabungan Gelar Operasi Yustisi PSBB di Jati Padang
Ada Penyemprotan Disinfektan, Gedung Dinas Teknis DKI Jakarta Juga Tutup Sementara

Baca Selanjutnya: Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies…

Halaman

  • 1
  • 2