Pemprov DKI Siapkan 21 Rumah Sakit Rujukan Antisipasi Efek Samping Vaksin Covid-19

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan 21 rumah sakit rujukan antisipasi efek samping vaksinasi Covid-19. Vaksinasi di Jakarta akan dimulai pada Jumat (15/1) kendati beberapa rumah sakit telah memulai penyuntikan vaksin pada Kamis (14/1).

“Kita siapkan 21 rumah sakit rujukan, perawatan sekiranya ada masalah di lapangan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Widyastuti dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (14/1).

Dia menjelaskan, sumber daya manusia di setiap fasilitas kesehatan DKI telah berpengalaman mengantisipasi kejadian peristiwa setelah vaksin. Untuk itu, ia memastikan regulasi yang telah dibuat mampu menangani potensi efek samping dari vaksinasi Covid-19 ini.

Selain itu, Widya mengatakan, vaksinator yang tersebar di DKI secara rutin menjalani pelatihan. Ia tidak menampik, latihan untuk menyuntikkan cairan vaksin kepada orang kali ini cukup intens, karena dalam skala sangat besar.

Dia menyebutkan, vaksinator untuk Covid di Jakarta berjumlah lebih dari 1.400 orang.

“Kita bersama Kemenkes berikan pembekalan kepada lebih 1.400 orang yang siap berikan layanan imunisasi,” ujarnya.

Sementara itu jumlah masyarakat yang akan menerima vaksinasi Covid-19 di ibu kota mencapai 7,9 juta orang. Menurut Widya, data tersebut berdasarkan batas usia antara 18-59 tahun. Selain itu, jumlah tersebut vaksinasi terbanyak yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

“Ini merupakan sasaran vaksinasi terbanyak, karena kami pernah melakukan vaksinasi secara program massal gini paling banyak sekitar 2 juta,” kata Widyastuti.

Dengan jumlah tersebut, dosis vaksin yang dibutuhkan yakni sekitar 15-16 juta. Menurut Widyastuti hal tersebut guna mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity.

Berita terkait: