Pemprov DKI Sediakan Bus Sekolah untuk Cegah Murid Berkerumun Usai Belajar

Sebanyak 85 sekolah di Jakarta melaksanakan uji coba belajar di kelas dengan menerapkan protokol kesehatan. Dinas Kesehatan bersama Dinas Perhubungan berkoordinasi untuk menyiapkan bus sekolah sebagai antisipasi para murid lekas kembali ke rumah usai belajar di kelas.

“Upaya kita juga agar anak-anak kita jangan berkerumun terlalu lama dengan teman-temannya,” kata Humas Dinas Pendidikan, Taga Radja saat dikonfirmasi, Rabu (7/4).

Dia mengatakan, jika ada murid mengendarai kendaraan pribadi, Dinas Pendidikan tetap memantau pergerakan hingga 500 meter dari sekolah untuk memastikan tidak ada yang berkerumun. Titik-titik lokasi bus untuk antar jemput telah disesuaikan oleh Dinas Pendidikan.

“Sudah dikasih juga daftar lokasi sekolahnya biar bisa dibantu penyediaan armada bus sekolah,” ujarnya.

Perlu diketahui, sebelum sekolah melakukan uji coba, Dinas Pendidikan terlebih dahulu menilai kesiapan sarana dan fasilitas sekolah terhadap sanitasi, jumlah tenaga pendidik yang telah tervaksin.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menyatakan sejumlah poin penting dalam pelaksanaan uji coba pembelajaran tata muka. Salah satunya yakni mengenai durasi belajar siswa di sekolah.

“Durasi belajar yang terbatas antara 3 sampai 4 jam dalam satu hari,” kata Nahdiana dalam keterangan tertulis, Selasa (6/4).

Pelaksanaan kegiatan belajar di kelas hanya sekali sepekan untuk satu jenjang kelas dalam satuan pendidikan. Kemudian kapasitasnya juga dibatasi maksimal 50 persen dari jumlah keseluruhan satu kelas.

Selanjutnya, pengaturan tempat duduk siswa juga berikan jarak 1,5 meter. Sedangkan, untuk materi pelajarannya juga terbatas.

“Yaitu hanya materi-materi esensial yang disampaikan pada pembelajaran tatap muka,” ucapnya.

Pemantauan dan evaluasi akan rutin dilakukan saat pelaksanaan uji coba. Pihaknya memperhatikan aspek pelaksanaan protokol kesehatan dan pembelajaran agar sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Koordinasi dilakukan mulai dari pengawas sekolah, unsur Suku Dinas Kesehatan, Satgas Covid-19 tingkat kelurahan dan kecamatan, hingga dari Dinas Pendidikan.

“Pihak satuan pendidikan telah melakukan koordinasi dengan puskesmas setempat atau rumah sakit terdekat,” jelas dia.

Berita terkait: