Pemprov DKI Sebut Sumur Resapan Efektif Kendalikan Banjir

Kepala Dinas Sumber Daya (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan, sumur resapan atau drainase vertikal efektif dalam mengendalikan banjir di Jakarta, termasuk banjir yang diakibatkan hujan ekstrem dan luapan sungai pada Sabtu (20/2/2021).

Menurut Juani, di tempat-tempat terdapat sumur resapan, relatif tidak ada genangan air atau banjir.

“Sangat efektif seperti yang disampaikan oleh beberapa kasus ini lokasi-lokasi yang selama ini sering terjadi genangan di lokasi itu, karena ada sumur resapan seperti yang dibilang seperti di depan kantor Kecamatan Jatinegara, itu biasa ada genangan di badan jalan, itu hilang itu lari ke sumur resapan itu,” ujar Juani di Kantor DPRD DKI Jakarta, Senin (22/2/2021).

BACA JUGA

Cegah Banjir, DKI Targetkan 5.000 Sumur Resapan

Selama ini, kata Juani, pembuatan sumur resapan lebih fokus ke aset-aset milik Pemprov DKI, seperti kantor kecamatan, puskesmas, dan perkantoran. Menurut dia, keberadaan sumur resapan tersebut efektif dalam mengendalikan banjir tersebut.

“Termasuk di lahan-lahan punya taman, kalau di taman, kan kita bisa buat lebar, terus di badan jalan, di pinggir-pinggir jalan itu, di separator itu kita bisa buat yang lebih luas hingga daya tampungnya juga lebih besar dan ada beberapa wilayah juga,” ungkap dia.

BACA JUGA

Drainase Vertikal Juga Menjamin Cadangan Air Tanah

Pemprov DKI Jakarta hingga 31 Desember 2020 lalu telah membuat 2.974 sumur resapan di 777 lokasi, seperti di ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA), gedung pemda, sekolah, taman kota, dan masjid. Jumlah ini masih jauh dari target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022, yakni 1,8 juta titik sumur resapan.

Seperti diketahui, program pembuatan sumur resapan ini menjadi salah satu pengendalian banjir Jakarta. Pengerjaan sumur dimulai 2020 hingga 2022, memiliki target 60 titik sumur resapan tiap satu rukun tetangga (RT).

Perinciannya, 82.020 sumur resapan dari 1.367 RT di Jakarta Pusat, 364.620 sumur resapan dari 6.077 RT di Jakarta Selatan, 311.940 sumur resapan dari 5.199 RT di Jakarta Barat, dan 428.160 sumur resapan dari 7.136 RT di Jakarta Timur. Sementara itu, untuk sumur resapan tak akan dibangun di Jakarta Utara.

Berita terkait: