Pemprov DKI Kumpulkan Rp 1,35 Miliar dari Sanksi Denda Pelanggar PSBB

 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengumpulkan uang sebesar Rp 1,35 miliar dari pelanggar ketentuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta. Uang ini berasal dari sanksi denda terhadap pelanggar baik perseorangan maupun tempat usaha/kantor sejak PSBB diberlakukan 10 April hingga perpanjangan PSBB transisi fase I, 16 Juli 2020.

“Sudah lebih dari Rp 1,350 miliar uang yang terkumpul dari sanksi-sanksi unit kegiatan yang melanggar,” ujar Ariza -panggilan Ahmad Riza Patria usai menghadiri Kampanye Pasar Tradisional Bebas Covid-19 dan Gerakan Memakai Kantong Belanja Ramah Lingkungan (KBRL) di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2020). 

“Kami tidak mencari uang dari penegakkan sanksi, kami minta semua patuh, taat dan disiplin,” tandas dia.

Lebih lanjut, Ariza mengatakan Pemprov DKI akan meningkatkan pengawasan dan penegakan ketentuan PSBB selama perpanjangan PSBB transisi fase I ini. Namun, dia tetap minta partisipasi masyarakat untuk saling mengingatkan dalam penerapan protokol kesehatan.

“Sejauh ini belum ada (sanksi pidana), ke depan ini sangat mungkin diberlakukan (sanksi pidana), tapi sekali lagi kami minta kerja samanya seluruh masyarakat,” pungkas Ariza.