Pemkot Malang Memulai Sekolah Tatap Muka di Awal Ramadan

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang , Jawa Timur, akan memulai sekolah tatap muka pada awal Ramadan atau awal April 2021. Untuk itu, Pemkot Malang mendorong Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk tetap berjuang ekstra mengoptimalkan materi pelajaran kepada para siswa saat melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring maupun luring di musim pandemi Covid-19 ini.

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengatakan PGRI memiliki peran penting dalam membangun karakter anak bangsa. Peran strategis sebagai pendidik dalam rangka membangun anak bangsa di negara ini harus bisa menginspirasi semua pihak.

“Ke depan PGRI diharapkan mau dan mampu memberikan inspirasi kepada berbagai pihak tentang pentingnya peran strategis sebagai pendidik dalam rangka membangun anak bangsa di negara ini,” katanya saat menghadiri Konferensi Cabang PGRI Kota Malang, di SMP Negeri 12, Kota Malang, Rabu (7/4/2021).

Menurut Edi, pada masa pandemi Covid-19 ini, kegiatan belajar mengajar mengalami tantangan tersendiri. Akibat pandemi, kegiatan pembelajaran tatap muka terpaksa ditiadakan, dan diubah menjadi belajar daring atau pembelajaran jarak jauh.

Adaptasi ini pun membuat para guru harus berjuang ekstra keras untuk bisa menyampaikan materi pembelajaran. Untuk itu, PGRI dituntut juga harus tetap menginspirasi dalam membangun anak bangsa.

BACA JUGA

Wali Kota Malang Imbau Warga Patuhi Protokol Kesehatan saat Salat Tarawih

“Mudah-mudahan pandemi segera berakhir, kita tetap sehat dan kegiatan belajar tatap muka dapat berjalan lagi,” harap Edi.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Suwarjana memastikan kegiatan belajar tatap muka di Kota Malang akan dimulai awal Ramadan atau pertengahan April 2021. Namun akan dibatasi hanya 50% jumlah siswa yang ikut sekolah tatap muka.

“Seminggu lagi mulai sekolah tatap muka, tapi jumlah siswa kita batasi 50 persen dari total siswa. Rencana sekolah tatap muka untuk siswa Sekolah Dasar dimulai tanggal 15 April 2021, untuk SMP pada tanggal 19 April 2021,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dari total 50% siswa yang ikut pembelajaran tatap muka, juga akan diatur untuk masuk kelas secara bergantian dengan protokol kesehatan ketat.

“Nantinya masuknya secara bergantian, separuh siswa masuk sekolah dan separuh siswa belajar dari rumah. ruang kelas dipencar, dua hari sekali ganti kelas,” pungkasnya.

Pemkot Malang sendiri sudah melaksanakan vaksinasi kepada 9.873 guru TK, SD dan SMP negeri dan swasta. Karena itu Pemkot Malang membuat kebijakan sekolah luring, sebab selain guru sudah divaksin, angka penularan dan kasus baru Covid-19 di Kota Malang terus menurun.

Berita terkait: