Pemkot Bekasi Keluarkan Petunjuk Teknis Pembelajaran Tatap Muka

– Pemerintah Kota Bekasi (Pemkot Bekasi) mengeluarkan teknis pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Bekasi. Ada delapan perilaku dan kegiatan utama yang harus diterapkan secara disiplin oleh satuan pendidikan (sekolah) sesuai dengan protokol kesehatan.

“Kita sudah menyusun petunjuk teknis pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Kota Bekasi, sejak tiga bulan lalu,” kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Selasa (24/11/2020).

Menurutnya, salah satu petunjuk teknis yang mesti dipatuhi oleh murid, orangtua/wali murid dan manajemen sekolah adalah anak didik wajib diantar-jemput oleh orangtua/wali murid atau pihak yang bertanggung jawab untuk mengantar anak didik ke sekolah. Jadi, saat pulang sekolah anak didik tak berkumpul-kumpul di satu tempat melainkan kembali ke rumah masing-masing. Pengawasan ini, juga akan melibatkan personel Satpol PP hingga TNI dan Polri.

BACA JUGA

Kota Bekasi Siap Terapkan Belajar Tatap Muka

Kota Bekasi termasuk wilayah yang pengendalian kasus Covid-19 terbaik se-Jawa Barat. Menurutnya, pemerintah daerah menggunakan isolasi karantina terbatas di tingkat RT/RW. “Misalkan, di satu tempat terdapat kasus, kita tidak lakukan Idi tempat tersebut, tapi dilakukan pengendalian. Orangnya kita rawat, virus kita putus mata rantai penyebarannya. Pelayanan di tempat tersebut tetap berjalan,” imbuhnya.

Namun, untuk kegiatan PTM ini, pemerintah daerah akan memberlakukan penutupan sementara apabila ditemukan sekolah yang terdapat kasus Covid-19.

“Apabila ditemukan kasus Covid-19 saat pembelajaran tatap muka, sekolah akan ditutup dan dilaksanakan belajar daring kembali,” sambung anggota tim percontohan simulasi PTM Kota Bekasi, Haris Budiono.

BACA JUGA

Kota Bekasi Tegaskan Aman Terapkan KBM Tatap Muka Tahun Depan

Menurutnya, tidak semua sekolah yang akan ditutup. Hanya sekolah yang ditemukan kasus Covid-19 saja. Hingga kini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi masih menyeleksi sekolah-sekolah yang diperbolehkan melakukan kegiatan PTM tahun depan.

Berikut delapan perilaku dan kegiatan utama yang harus diterapkan secara disiplin oleh satuan pendidikan (sekolah) sesuai dengan protokol kesehatan:

1. Perilaku warga satuan pendidikan (selain peserta didik) masuk ke pintu gerbang sekolah.

2. Perilaku peserta didik memasuki ruangan kelas.

3. Kegiatan pendidik memulai pembelajaran tatap muka.

4. Kegiatan peserta didik dan pendidik dalam proses pembelajaran tatap muka.

5. Kegiatan pendidik dalam menutup pembelajaran tatap muka.

6. Perilaku peserta didik selama jeda waktu antarmata pelajaran (termasuk istirahat).

7. Perilaku peserta didik keluar ruang kelas setelah pembelajaran tatap muka berakhir.

8. Perilaku peserta didik keluar gerbang satuan pendidikan.

Berita terkait: