Pemkot Bekasi Giatkan Kembali Peran RW Siaga

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menggiatkan kembali peran RW Siaga dalam menekan lonjakan penularan Covid-19. Dalam beberapa hari terakhir, kasus penularan Covid-19 terjadi lonjakan kembali di beberapa daerah, termasuk di Kota Bekasi.

“Dalam beberapa hari terakhir ini, terjadi lonjakan kasus baru. Kasus baru ini, sangat erat dengan transmisi baik langsung maupun tidak langsung transit di keluarga yang berinteraksi dengan daerah tertentu, sehingga keluarlah kasus-kasus baru di klaster keluarga,” ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Senin (13/7/2020).

Untuk itu, kata dia, Pemkot Bekasi terus berupaya mencari formula maupun kebijakan dalam penanganan kasus-kasus baru Covid-19 di wilayahnya.

Belum lama, ini ditemukan kasus Covid-19 yang terjadi di kalangan aparatur sipil negara (ASN), khususnya di bagian Inspektorat Pemkot Bekasi. Penanganan cepat dilakukan oleh tim medis dengan melakukan pemutusan rantai penyebaran Covid-19 .

“Tim medis, tim surveilans terus melakukan upaya-upaya dalam 24 jam terselesaikan kasus-kasus baru teridentifikasi,” bebernya.

Upaya tersebut tentunya, didukung dengan sarana dan prasarana medis seperti ketersediaan alat tes cepat dan alat tes swab PCR. “Saya tekankan sekali lagi kepada Dinas kesehatan dan Direktur RSUD Kota Bekasi untuk menghitung ulang jumlah alat rapid test dan swab sampai dengan Desember, begitu juga dengan APD, jangan sampai lalai (kekurangan),” ungkapnya.

Rahmat menegaskan, walaupun angka kematian pasien Covid-19 sudah nihil dan tingkat kesembuhannya mencapai 100 persen, masyarakat diminta tidak mengabaikan syarat ketat protokol kesehatan.

“Dalam 10 hari terakhir, ada kenaikan kasus namun ketua tim dokter penanganan Covid-19 ini sudah melakukan hal yang luar biasa karena masa paling lama 6-7 hari dan sudah bisa pulang dan nantinya akan dipantau langsung oleh petugas Puskesmas,” katanya.

Selain itu, kesiapan untuk RW Siaga juga menjadi hal yang utama dalam ketahanan pangan, nihil kriminal dan penanganan Covid-19. “Para camat dengan Kapolsek dan Danramil terus membangun sinergitas sedemikian rupa, dan teman-teman pun juga terutama para kepala OPD menekankan bahwa masker merupakan bagian pokok wajib dan harus terus dipergunakan, di dalam ruang lingkup kantor juga wajib menggunakan masker, saya prihatin juga ada beberapa teman kita yang saat ini dalam proses perawatan, baik perawatan isolasi mandiri maupun dirawat di rumah sakit rujukan,” pungkasnya.

Berita terkait: