Pemkot Bekasi Bentuk Tim Pemeriksaan Hewan Kurban

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi membentuk tim pengawas dan pemeriksaan terhadap hewan kurban. Termasuk, pelaksanaan salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1441 Hijriah.

Mengingat, pandemi Covid-19 belum berakhir Pemkot Bekasi mewaspadai potensi penularan saat terjadi kerumunan.

“Pemerintah Kota Bekasi berharap dengan adanya ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan dapat diikuti masyarakat untuk mencegah munculnya kasus baru Covid-19 saat pelaksanaan kurban,” ujar Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Minggu (26/7/2020).

Menurutnya, pembentukan tim pengawas dan pemeriksaan hewan kurban untuk mengantisipasi penyebaran penyakit zoonosis melalui hewan kurban yang berasal dari luar wilayah Kota Bekasi dan menjamin kesehatan hewan dan ketersediaan daging kurban yang aman, sehat, utuh dan halal (Asuh).

Untuk memastikan agar hewan kurban terjamin kesehatannya, dibentuk tim petugas pengawas dan pemeriksaan hewan kurban yang terdiri dari petugas Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan sebanyak 90 orang, petugas teknis bidang tenaga kesehatan khusus hewan (nakeswan) 9 orang, petugas penyuluh lapangan (PPL) 6 orang, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat 50 orang serta petugas kelurahan 56 orang (se-Kota Bekasi).

Pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di tempat penjualan mulai dilaksanakan dari tanggal 13-30 Juli 2020. Sedangkan, pemeriksaan kesehatan hewan kurban di tempat pemotongan dimulai tanggal 31 Juli- 2 Agustus 2020.

Beberapa persyaratan untuk penyembelihan hewan kurban yakni penerapan jaga jarak fisik, pemotongan hewan kurban dilakukan di area yang memungkinkan penerapan jarak fisik, hanya dihadiri oleh panitia dan pihak yang berkurban, pengaturan jarak antarpanitia pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging, pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik, melakukan pembersihan dan disinfektan seluruh peralatan sebelum dan sesudah digunakan, serta membersihkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilaksanakan serta menerapkan sistem satu orang satu alat pemotong. 

Berita terkait: