Pemkab Dogiyai Berencana Bentuk BUMD Kopi dan Emas

Pemerintah Kabupaten Dogiyai di Provinsi Papua berencana membentuk tiga perusahaan daerah yang bergerak di bidang perkebunan kopi, pertambangan emas, dan distribusi dan pemasaran hasil bumi seperti sayur-sayuran.

“Tahun depan semoga sudah terbentuk. Kami harap (kontribusi tiga perusahaan itu) naik belasan sampai puluhan miliar rupiah kontribusinya terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah),” kata Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa dalam kunjungan ke Berita Satu Media Holdings, Kamis (8/4/2021).

Yakobus mengatakan, selama ini PAD hanya sebesar Rp 5 miliar dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 800 miliar per tahun.

Yakobus mengatakan Dogiyai memiliki potensi emas tetapi selama ini ditambang masyarakat secara ilegal. Dogiyai juga memiliki potensi pariwisata, seperti air terjun dan danau, tetapi terkendala infrastruktur.

Pembangunan Infrastruktur
Pemekaran dari Kabupaten Nabire, Kabupaten Dogiyai dibentuk pada tanggal 4 Januari 2008 berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2008. “Kabupaten ini baru berusia 13 tahun. Masih muda,” kata dia.

Yakobus mengatakan Dogiyai membutuhkan pembangunan infrastruktur. Pasalnya, jarak antara satu desa dengan desa lain bisa memakan waktu empat hari dan tidak banyak orang di satu kampung, sekitar 25 orang per kampung.

“Berapa pun jumlah mereka, mereka ini manusia. Dan untuk menjangkau mereka kita membutuhkan biaya infrastruktur yang cukup besar,” kata dia.

“Tidak mungkin kalau penduduk yang hidupnya terpencar-pencar kita bawa ke kota. Mereka tidak akan mau. Kalau direlokasi mereka akan merasa dibuang ke tempat yang asing,” tambahnya.

Dari 10 distrik di Dogiyai, saat ini baru tujuh yang terhubung infrastuktur dan satu distrik akan terhubung tahun ini akses jalannya, yaitu Kamu Selatan. “Dua tahun ke depan, Piyaiye akan terhubung. Tinggal Sukikai Selatan yang sulit karena membutuhkan pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 200 km.”

Berita terkait: