Pemimpin Sekte Harun Yahya Divonis Penjara 1.000 Tahun

Pengadilan Turki menghukum Adnan Oktar alias Harun Yahya, seorang televangelist Muslim dengan vonis hukuman penjara hingga 1.000 tahun karena kejahatan seksual. Seperti dilaporkan AFP , Selasa (12/1), dia kerap dikelilingi wanita berpakaian minim yang dia sebut “anak kucing”.

Adnan Oktar mengkhotbahkan kreasionisme dan nilai-nilai konservatif. Pada saat yang sama, para wanita dalam pakaian terbuka – banyak di antaranya tampaknya menjalani operasi plastik – menari-nari di sekitar Oktar dengan musik yang ceria di studio TV.

Pria berusia 64 tahun berjanggut itu ditahan pada 2018 bersama dengan lebih dari 200 tersangka lainnya sebagai bagian dari tindakan keras terhadap kelompoknya oleh unit kejahatan keuangan kepolisian Istanbul.

“Oktar dijatuhi hukuman 1.075 tahun karena kejahatan termasuk penyerangan seksual, pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, penipuan dan percobaan spionase politik dan militer,” lapor penyiar swasta NTV .

Pengadilan juga menghukum dua eksekutif di organisasi Oktar, yakni Tarkan Yavas dan Oktar Babuna, masing-masing selama 211 dan 186 tahun.

Kantor berita resmi Anadolu melaporkan bahwa Oktar juga dinyatakan bersalah karena membantu kelompok yang dipimpin oleh pengkhotbah Muslim yang berbasis di AS Fethullah Gulen yang disalahkan Turki karena melakukan upaya kudeta yang gagal pada tahun 2016.

Sebaliknya, Oktar membantah kaitannya dengan Gulen dan menyebut anggapan bahwa dia memimpin sekte seks sebagai “mitos urban”.

Selama persidangan, yang diikuti oleh media Turki selama berbulan-bulan, pengadilan mendengar rincian kejahatan seks yang mengerikan. Anadolu melaporkan sekitar 236 terdakwa menghadapi tuntutan, 78 terdakwa di antaranya ditahan menunggu persidangan. Sebagian besar tersangka mengaku tidak bersalah sejak sidang pertama pada September 2019.

Oktar memberi tahu hakim ketua pada bulan Desember bahwa dia memiliki hampir 1.000 kekasih.

Otoritas Turki menggerebek vila Oktar di sisi Asia Istanbul – yang juga digunakan untuk studio TVnya – dan menyita semua propertinya pada tahun 2018. Oktar menolak teori evolusi Darwin dan telah menulis buku setebal 770 halaman berjudul The Atlas of Creation dengan nama pena, Harun Yahya.

Berita terkait: